diposkan pada : 20-03-2020 16:35:55 Penjelasan Rukun Shalat

Penjelasan Lengkap Tentang Rukun Shalat beserta Gambarnya

Rukun Shalat – Sholat adalahsalah satu ibadah yang wajib dilaksanakan oleh orang islam. Sholat menjadi rukun islam yang kedua sesudah syahadat. Bahkan keutamaan seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia mengerjakan ibadah sholat. Jika sholatnya bagus maka semua amal yang lainnya dirasakan bagus.

Sementara andai dalam mengerjakan ibadah sholat buruk maka semua amal perbuatannya dirasakan buruk sekalipun dia melakukan baik. Namun urusan itu terasa sia-sia. Berbicara mengenai sholat, rukun sholat menjadi urusan terpenting yang mesti kita kuasai. Rukun sholat menjadi tata teknik urutan dalam mengemban ibadah sholat yang mesti dilaksanakan secara tertib.

Jika tidak, maka ibadah sholat yang Anda kerjakan terasa tidak cukup maksimal. Dalam rukun sholat ini melibatkan segala anggota badan, baik tangan, kaki mulut dan hati. Mulut menyampaikan lafadz doa-doa, sedangkan untuk anggota tubuh lainnya mengerjakan gerakan yang telah ditentukan. Dan hati khusu’ untuk Ilahi Rabbi.

Sejatinya sholat adalahsalah satu teknik untuk mengendalikan diri dari tindakan keji dan mungkar. Oleh karena tersebut dalam pelaksanaannya ada aturan yang mesti dilaksanakan  yang melibatkan fisik dan rohani. Sehingga sesudah melakukannya tentunya bakal memberikan akibat yang positif berupa ketenangan jiwa dan benak serta badan yang sehat.

Setiap gerakan dalam shalat adalahbagian dari Rukun shalat yang mesti dilaksanakan secara baik dan benar sebab ada hikmah di dalamnya.

Rukun Shalat

Adapun Rukun Shalat ialah sebagai berikut.dimulai dari niat dan takbiratul Ihram dan diselesaikan dengan salam. Semua rukun tersebut dilakukan secara tertib dan berurutan. Tidak boleh di random sesuai kemauan Anda. Karena urusan itu akan menciptakan Sholat kita menjadi tidak sah. Bagi lebih jelasnya ialah sebagai berikut:

Niat

Niat adalahsalah satu yang mesti dilaksanakan yang berasal dari hati. Niat menjadi maksud dan destinasi Anda dalam mengerjakan ibadah. Misalnya kita sedang berniat mengerjakan sholat ashar. Maka dengan sepenuh hati khusuk berniat akan mengemban sholat ashar.

Niat menjadi bagian urgen dalam mengemban sholat. Ibadah yang Anda kerjakan tergantung niat yang kita miliki. Anda dapat melafadzkan niat melewati mulut dan melakukannya di hati. Adapun melafadzkannya atau tidak tergantung pada kepercayaan Anda terhadap ulama masing-masing.

Yang terpenting yang mesti kita ketahui ialah dengan niat Anda dapat mengetahui apa maksud dari destinasi ibadah yang kita lakukan. Niat dalam rukun sholat maka tergantung pada sholat apa yang berkeinginan Anda kerjakan.

Misalnya :

Bacaan Niat Sholat Subuh

Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lillaahi ta’aalaa.

Yang dengan kata lain : “Saya (berniat) menggarap sholat fardhu Shubuh sejumlah dua raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], sebab Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Sholat Dzuhur

Ushallii fardhazh-Zhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.

Artinya :

Saya (berniat) menggarap sholat fardhu Dzuhur sejumlah empat raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], sebab Allah Ta’ala.

Takbirotul Ihrom
Sebelum mengerjakan takbirotul ihrom, pastikan bahwa Anda telah dalam berada berdiri tegap sempurna. Berdiri tegak menjadi di antara rukun sholat. Cara mengerjakan posisi berdiri tegak ialah dengan mendirikan badan,tidak menunduk kecuali sakit. Tangan rapat sedang di samping badan. Kaki tidak banyak renggang selebar bahu. Semua ujung jari menghadap ke arah kiblat, pandangan ke arah sujud.

Kemudian kerjakan takbirotul ihrom. Takbirotul Ihrom menjadi gerakan yang memulai sholat. Gerakan takbirotul ihrom ialah dengan mengusung kedua tangan sampai ujung-ujung jari sejajar dengan puncak telinga, telapak tangan menghadap ke arah kiblat dengan menyampaikan kalimat Takbir.

Bacaan takbirotul Ihrom : Allahu’akbar

Artinya : “Allah Maha Besar”

Membaca Al Fatihah

Surat Al Fatihah menjadi surat di dalam Al Quran yang mesti dilafadzkan di dalam sholat, baik sholat fardlu maupun sholat sunnah. Jika kita seorang imam dalam sholat jamaah maka membacanya mesti dengan suara yang keras, sementara untuk makmum ialah mendengar dan mencermatinya secara teliti.

Adapun bacaan surat Al Fatihah ialah sebagai inilah :

Bismillahirrahmaanirrahiim(i) lhamdu lilla_hi rabbil ‘a_lamin(a). Ar Rahmaanirrahiim(i). Maaliki yaumiddiin(i). Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin(u). Ihdinash-shirraatal musthaqiim(i). Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin(a).

Artinya : Segala puji untuk Allah, Tuhan semua alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya untuk Engkaulah kami menyembah dan melulu kepada Engkaulah kami minta pertolongan. Tunjukanlah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang sudah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Ruku’ dengan Tumakninah
Ketika kita selesai menyimak surat Al Fatihah dan surat pendek, maka selanjutnya ialah melakukan rukuk. Ruku’ merupakan pekerjaan membungkukkan badan secara tegak sampai membentuk sudut siku-siku. Sehingga punggung Anda bakal berada pada posisi yang lurus.

Pada gerakan ini akan menyerahkan efek yang positif terhadap fisik seseorang pada unsur pinggang. Dan secara rohani, ruku ialah gerakan mengendalikan kepercayaan terhadap Allah SWT. Tidak terdapat perbedaan secara signifikan dalam aturan mengemban ruku’. Yang terpenting ialah dengan membungkukkan badan dengan tangan sedang di lutut dan menyusun badan yang lurus.

Adapun bacaan ruku ialah membaca subhana robbiyal adzim wa bihamdih. Yang memiliki makna Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.

Sebaiknya gerakan ruku ini dilaksanakan dengan thuma’ninah. Menyempurnakan gerakan sholat adalahhal yang paling penting. Serta menyerahkan manfaat untuk kesehatan tubuh. Ruku yang dilaksanakan secara tergesa-gesa dan tidak thuma’ninah menjadikan sholat kita tidak optimal.

I’tidal dan Thuma’ninah

I’tidal adalahgerakan yang dilaksanakan setelah mengerjakan ruku’. Yaitu berdiri secara tegap dan tegak secara
sempurna. Saat mengerjakan proses I’tidal pasti Anda akan menikmati regangan pada otot-otot Anda. Dan urusan ini bisa menyembuhkan gangguan laksana nyeri pada pinggang.

Saat berdiri dari ruku’ kamu membaca bacaan samiAllah hu liman hamidah. Adapun doa dalam I’tidal ialah sebagai berikut:

Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.

Artinya : “Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu.”

Tentunya saat mengerjakan gerakan I’tidal ini pun harus disempurnakan. Jika tidak thuma’ninah maka tidak afdhal. Thuma’ninah pada sejatinya ialah melakukan gerakan secara sempurna, benar dan tepat. Adapun arti dari gerakan ini ialah berserah diri untuk Allah.

Sujud dan Thuma’ninah

Setelah I’tidal berlalu maka gerakan sholat yang masuk ke dalam rukun sholat selanjutnya ialah melaksanakan sujud. Sujud mesti dilaksanakan dengan sarat kesungguhan.

Sujud adalahgerakan menempelkan kening ke lantai. Dalam riwayat hadis yang dilafalkan paling tidak ada 7 anggota badan yang mesti menyentuh lantai pada ketika sujud, yakni wajah (hidung dan kening), dua lutut, dua telapak tangan dan dua ujung telapak kaki.

Sedangkan teknik melakukan sujud ialah sebagai berikut, Setelah posisi I’tidal lantas menurunkan badan dibuka dari menekuk lutut sambil menyampaikan takbir. Kemudian letakkan 7 anggota badan yang dilafalkan diatas ke lantai dengan menghadap ke arah kiblat. Posisi pantat pastinya berada lebih tinggi dari kepala. Sujud hendaknya dilaksanakan secara tenang dan dengan thuma’ninah.

Bacaan ketika sujud :

Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.” 3x

Thuma’ninah dalam sujud dilaksanakan dengan mengharap sarat keridhoan untuk Allah. Sebuah gerakan yang mengirimkan jiwa manusia untuk Rabbnya. Saat Anda mengerjakan sujud pastinya akan muncul rasa ketenangan dalam jiwa yang tidak kita dapatkan sebelumnya.

Gerakan sujud ini menyerahkan efek yang positif untuk jasmani dengan melancarkan aliran darah mengarah ke otak. Sehingga dapat mengatasi sakit kepala dan gangguan pada kepala lainnya.
Duduk Diantara dua sujud
duduk diantara dua sujud
Duduk Diantara dua sujud

Duduk diantara dua sujud dilaksanakan setelah Anda mengerjakan sujud yang kesatu. Cara mengerjakan rukun sholat yang satu ini ialah bangun dari sujud kita dalam suasana duduk dengan posisi melipatkan kaki kiri sebagai pengampu beban tubuh sedangkan kaki kanan sebagai tumpuan ketika duduk.

Adapun bacaan doa dalam posisi duduk diantara dua sujud ialah Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah tuntunan kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Thuma’ninah dalam sujud ialah dengan bersungguh-sungguh dan konsentrasi dalam mengerjakan gerakan duduk diantara dua sujud ini. Lakukan gerakan secara tepat dan benar serta tidak tergesa-gesa.  Letakkan posisi kaki dengan posisi berserah diri untuk Allah. Posisi duduk berikut yang menjadi posisi ternyaman yang dapat digunakan dalam masa-masa yang lama.

Tasyahud Akhir

Setelah duduk diantara dua sujud maka kita akan mengerjakan sujud sekali lagi yang lantas dilanjutkan dengan gerakan tasyahud akhir ini. Dalam rukun sholat, tasyahud akhir ini wajib dilaksanakan dan menyimak sholawat Nabi. Pada posisi inilah dipercayai bahwa Allah ialah Tuhan Semesta alam dan Nabi Muhammad ialah pemberi syafaat di hari kiamat.

Tasyahud akhir dilaksanakan seperti sama dengan duduk diantara dua sujud. Yang membedakan ialah posisi kaki kiri bukan lagi sebagai penyangga tetapi masuk ke dalam kaki kanan. Posisi ini unik otot rusuk seseorang yang mempunyai hikmah bahwa dalam gerakan sholat ialah salah satu teknik menjaga kesehatan rohani dan jasmani.

Adapun bacaan dalam tasyahud akhir ialah sebagai berikut:

At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.

Artinya : “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (shalawat), serta kebajikan hanyalah milik Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap ditumpahkan atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga pun tercurah atas kami, dan pun atas semua hamba Allah yang shaleh. Aku menyatakan bahwa tiada Tuhan di samping Allah dan bahwa Muhammad ialah utusan Allah.”

Pada saat mengerjakan tasyahud akhir maka Anda mesti menyimak sholat guna junjungan nabi besar Muhammad SAW.  Minimal ialah allahumma shalli alaa sayyidina muhammad.

Untuk lebih sempurna Anda dapat membaca sholawat Ibrahimiah:

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin. Wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim, wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘ala Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.

 

Artinya :

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan (Shalawat) guna Nabi Muhammad. Dan pun limpahkanlah rahmat dan keselamatan (shalawat) untuk keluarga Muhammad, sebagaimana sudah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (shalawat) untuk Ibrahim dan untuk keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan untuk Muhammad dan untuk keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah mencurahkan keberkahan untuk Ibrahim dan untuk keluarga Ibrahim. Di semua alam semesta, bahwasannya Engkau ialah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia).

Salam

Sholat ialah ibadah yang dimulai dengan takbiratul ihrom dan diselesaikan dengan salam. Salam menjadi rukun sholat sebagai penutup dari ibadah sholat. Serangkaian ibadah sholat yang dilaksanakan akan diselesaikan dengan mengerjakan gerakan salam.

Salam dilaksanakan dengan memalingkan kepala ke arah kanan dan kiri. Hal ini menyiratkan bahwa guna kembali menyaksikan dunia nyata untuk menggali keridhoan Allah. Tentunya pulang kepada kegiatan yang halal dan tidak dilarang oleh Allah SWT.

Dilihat dari sisi kesehatan jasmani, ketika Anda mengerjakan gerakan salam dengan memalingkan wajah ke arah kanan maupun kiri akan membetulkan pada otot leher. Saat mengerjakan rutinitas keseharian sering kali otot leher bakal terasa tegang dan kaku. Melalui gerakan berikut gangguan pada otot leher itu akan diperbaiki.

Bacaan dalam mengerjakan salam ialah :

ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH (Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepadamu).

Tertib
Tertib menjadi rukun dalam sholat yang mesti dikerjakan. Tertib yang dimaksudkan ialah melakukan serangkaian gerakan sholat secara berurutan dan jangan diganti urutannya cocok dengan aturan yang sudah ditetapkan. Misalnya mengerjakan sujud  lantas baru niat. Hal itu tidak boleh dilakukan.

Dengan mengerjakan semuanya secara benar, apik dan berurutan akan menyerahkan hikmah yang besar untuk Anda baik dari sisi rohani maupun jasmani.  Dengan mengerjakan gerakan secara sempurna pastinya akan menyerahkan nilai ibadah yang baik di sisi Allah SWT.

Nah itulah serangkaian gerakan rukun dalam sholat yang mesti dilaksanakan pada saat menggarap ibadah sholat. Baik sholat sunnah maupun sholat fardlu. Semua gerakan tersebut tidak jarang kali terkandung hikmah di dalamnya. Yang senantiasa menyerahkan efek yang positif untuk jasmani dan rohani.

Sementara guna  yang diharuskan melaksanakan sholat ialah mereka yang beragama Islam. Berakal sehat dan sadar dalam urusan ini tidak gila.  Dan baligh. Baligh guna laki-laki ditandai dengan merasakan mimpi basah, sedangkan baligh untuk perempuan ialah bagi mereka yang sudah merasakan menstruasi.

Sedangkan kriteria sah sholat ialah menutup seluruh aurat, suci baik pakaian, tubuh dan lokasi sholat. Jika ditemukan najis pada pakaian, lokasi sholat dan tubuh maka sholat yang Anda lakukan menjadi tidak sah sekalipun ruku sholat telah benar. Kemudian dalam suasana suci (melakukan wudlu), sudah masuk waktunya sholat dan menghadap ke arah kiblat. Serta thuma’ninah.

Seperti yang sudah diterangkan di atas sesungguhnya thuma’ninah ialah menyempurnakan gerakan sholat secara baik dan benar cocok dengan aturan.  Thuma’ninah mengerjakan gerakan dengan tenang dan tidak terburu-buru. Seringkali Anda mengerjakan sholat dengan tergesa-gesa sampai lupa bahwa thuma;ninah menjadi unsur syarat sahnya sholat. Tentunya ketika Anda mengerjakan sholat dengan tanpa thuma’ninah maka bakal terasa sia-sia.

Sholat pada hakikatnya ialah ibadah guna mencegah pekerjaan keji dan mungkar. Semoga dengan mengerjakan sholat yang istiqomah, benar dan tepat waktu, kita seluruh mendapatkan pahala dan ridho dari Allah SWT. Sehingga hidup senantiasa menjadi bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Amin.                        

 

Artikel lainnya »