diposkan pada : 24-02-2020 15:01:10

Apa Itu Tayamum?

Dalam beribadah, kesucian temasuk perkara paling penting untuk diperhatikan. Ibadah tertentu seperti shalat tidak sah tanpa suci terlebih dahulu, baik suci dari najis maupun dari hadas. Dalam fiqih, bersuci dari hadas dibagi tiga; mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar, wudhu untuk menghilangkan hadas kecil, dan tayamum sebagai pengganti dari mandi wajib dan wudhu.

Secara bahasa, tayamum adalah alqasdu, maksud atau atau keinginan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Albaqarah ayat 267;

وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ

“Dan jangan kalian menginginkan (memilih) yang buruk dari apa kalian nafkahkan”

Sedangkan menurut istilah syariah tayamum adalah mengusap wajah dan kedua telapak tangan dengan menggunakan debu yang suci sebagai pengganti dari wudhu dan mandi wajib. Sebagian ulama menambahkan bi qasdit ta’abbud lillah, dengan tujuan beribadah kepada Allah.

Apa Fungsi Tayamum?

Fungsi tayamum sebagai thaharah pengganti mandi besar dan wudhu sudah ditetapkan dalam Alquran, hadis Nabi Saw. dan kesepakatan para ulama (ijma’). Al-Imam al-Nawawi dan Ibnu Qudamah mengatakan, tayamum ditetapkan sebagai pengganti mandi wajib dan wudhu salah satunya berdasarkan ijma’ ulama dan termasuk di antara keistimewaan dan kemudahan yang diberikan oleh Allah kepada umat Nabi Saw.

Apa Dasar Tayamum?

Tayamum disyariatkan berdasarkan firman Allah surat Almaidah ayat 6;

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

“Dan jikalau kalian dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan atau seseorang di antara kalian baru saja buang hajat atau menggauli wanita, kemudian kalian tidak mendapatkan air, maka kalian lakukanlah tayamum dengan tanah yang baik. Usaplah wajah kalian dan tangan kalian dari tanah tersebut. Tidaklah Allah menghendaki untuk menjadikan beban bagi kalian, melainkan Allah berkeinginan untuk membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, agar kalian bersyukur.”
Sedangkan dari hadis Nabi Saw., bahasan tentang tayamum di antaranya berdasar hadis riwayat al-Imam al-Bukhari, dari Jabir bin Abdillah al-Anshari, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِي الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ وَأُحِلَّتْ لِي الْمَغَانِمُ وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً

“Saya telah diberikan lima perkara, tidak seorangpun sebelum ku diberikan kelima hal tersebut. Saya diberi pertolongan berupa ketakutan bagi musuh sejauh masa sebulan, dijadikan bagiku tanah sebagai masjid dan bersuci, maka di mana saja seseorang dari umatku mendapati waktu shalat maka hendaklah dia mengerjakan shalat. Dan dihalalkan bagiku harta rampasan perang di mana harta rampasan tersebut tidak dihalalkan bagi seorang pun sebelumku, dan saya diberikan syafaat, dan adalah setiap Nabi diutus khusus bagi kaumnya semata sedangkan saya diutus bagi seluruh manusia.

Tayamum juga ditetapkan berdasarkan hadis riwayat al-Imam Muslim dari Huzaifah, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

فَضِلْنَا عَلَى النَّاسِ بِثَلَاثٍ: جُعِلَتْ صُفُوْفُنَا كَصُفُوْفِ اْلمَلَائِكَةِ وَجُعِلَتْ لَنَا اْلأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا طَهُوْرًا اِذَا لَمْ يَجِدِ اْلمَاءَ

“Kami telah diutamakan atas seluruh manusia dengan tiga hal; shaf-shaf kami dijadikan bagaikan shaf para malaikat, dan dijadikan bagi kami bumi sebagai masjid dan tanahnya bagi kami sebagai alat bersuci apabila kami tidak mendapatkan air.”

Demikian sebagian dalil tentang disyariatkannya tayamum sebagai pengganti mandi wajib dan wudhu. Meski demikian, tayamum memiliki ketentuan yang berbeda dari mandi wajib dan wudhu, mulai dari syarat, rukun dan lain sebagainya. Mengenai masalah ini akan dijelaskan pada pembahasan selanjutnya.

Artikel lainnya »