diposkan pada : 13-02-2020 15:12:43

Biaya Haji 2020 tak Naik, Lima Layanan Tetap Harus Naik.

 

DPR dan pemerintah sudah menyepakati bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2020 tidak merasakan kenaikan. BPIH tahun ini sama dengan tahun 2019, yakni sebesar Rp 35.235.602 atau 2.563 dolar Amerika.

Meski demikian, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengatakan, standar pelayanan guna jamaah haji tetap sama dan bahkan mesti meningkat. Misalnya, pada tahun ini, semua jamaah haji bakal mendapatkan pelayanan konsumsi sejumlah 50 kali, lebih tidak sedikit dibandingkan dengan tahun sebelumnya 40 kali. Penambahan 10 kali konsumsi ini diserahkan pada ketika tiga hari menjelang Puncak pengamalan haji Arafah.

"Setidaknya terdapat lima komponen yang dijamin pelayanannya semakin meningkat, yaitu:

Pertama,

pemondokan atau akomodasi. Prinsip dasar kami ialah bahwa masing-masing pemondokan yang dipakai harus standar bintang tiga (tiga). Di masing-masing hotel mesti terdapat air minum, tempat membasuh dan ruang kesehatan untuk masing-masing kloter. Kami pun meyakinkan supaya setiap kamar kapasitasnya tidak terlampau banyak supaya jamaah nyaman," kata Ace untuk Republika.co.id sebelum rapat penetapan BPIH, di Gedung Nusantara II, Kamis (30/1).

Penempatan jamaah haji Indonesia dengan sistem zonasi per-embarkasi tetap dipertahankan. Kebijakan ini sangat menyokong manajemen pembinaan haji di Arab Saudi.

Kedua,

mengenai konsumsi atau makanan. Ace pun menyepakati supaya ketersediaan makanan ini cita rasa  Indonesia dengan menu yang pelbagai dan terjamin higinis dan kualitas gizinya diperhatikan.

"Kami pun mengingatkan untuk Kementerian Agama supaya dalam memakai produk-produk Indonesia dalam makanan. Misalnya, beras, ikan, sayur-sayuran, daging, bumbu dan lain-lain yang berasal dari Indonesia. Ini pasti dapat mendorong perekonomian kita," katanya.

Ketiga,

Ace menyinggung DPR meminta supaya kualitas transportasi bus shalawat ditingkatkan. Bus shalawat ini akan membawa jamaah haji Indonesia dari hotel ke Masjid Haram. Kami minta supaya kualitas bus dan frekuensinya bus ditingkatkan.

Keempat,

soal pelayanan di Arafah, Mudzdalidah dan Mina, DPR meminta supaya meningkatkan kualitas tenda dan AC. Kelima, pembinaan manasik haji melewati peningkatan kualitas petugas haji dan pemandu haji.

Berdasarkan keterangan dari Ace, Komisi VIII menyimpulkan BPIH tahun 2020 ini diputuskan lebih cepat supaya Kementerian Agama RI mempunyai waktu yang lebih luas guna mempersiapkan penyelenggaraan haji menjadi lebih baik. Di samping itu, untuk jamaah haji yang mendapatkan peluang untuk berangkat tahun 2020 ini diserahkan waktu guna melunasi setoran.

Artikel lainnya »