diposkan pada : 11-02-2020 15:00:57

Cara Melaksanakan Sujud Sahwi, Lengkap Beserta Doa dan Ketentuan-ketentuannya

 

Cara mengerjakan sujud sahwi boleh dilakukan sebelum salam ataupun sesudah salam. Tentunya lebih bagus bila kamu mengekor teknik yang sudah diberikan misal Nabi Muhammad SAW. Ada sekian tidak sedikit  alasan yang dapat anda jadikan acuan dalam mengerjakan sujud sahwi ini.

Kata sahwi sendiri dengan kata beda lupa. Sujud sahwi sendiri dilakukan saat kamu kelupaan dalam shalat. Jika shalat perlu ditambal karena ada kekurangan, maka hendaklah sujud sahwi dilakukan sebelum salam. Sedangkan bila shalatnya berlebih, maka hendaklah sujud sahwi dilakukan sesudah salam.

Cara mengerjakan sujud sahwi penting dilakukan karena manusia sewaktu-waktu bisa lupa. Tentu saja hal ini pun tergolong dalam mengerjakan shalat. Apalagi kamu sebagai manusia tentunya tidak lepas dari sekian tidak sedikit  kesalahan.
Ketentuan Melaksanakan Sujud Sahwi

Sebelum memahami teknik mengemban sujud sahwi, kamu perlu mengetahui tentang ketentuannya. Ada sejumlah suasana yang menyebabkan seseorang disyariatkan untuk menggarap sujud sahwi.

Pertama, kekurangan rakaat. Saat terjadi kekurangan rakaat sholat dan baru sadar seusai sholat, maka langsung menambahkan jumlah rakaatnya yang tidak lumayan lalu sujud sahwi sebelum salam.

Kedua, kelebihan jumlah rakaat. Ketika ada orang yang kelebihan jumlah rakaatnya, maka langsung sujud sahwi setelah salam.

Ketiga, meninggalkan tasyahud awal. Meninggalkan tasyahud mula sebab lupa, terdapat 2 keadaan:

1. Baru terkenang sesudah berdiri sempurna ke rakaat berikutnya.Dalam kondisi ini, anda tidak perlu turun lagi, dan melanjutkan sholatnya sampai selesai. Kemudian nanti sujud sahwi sebelum salam.

2. Baru teringat sebelum bangkit ke rakaat berikutnya.Dalam kondisi ini anda langsung duduk tasyahud dan melanjutkan sholat sampai selesai.

Keempat, ragu jumlah rakaat. Ragu mengenai jumlah rakaat ketika shalat ada 2 keadaan:

1. anda yang ragu jumlah rakaat dan Anda bisa menilai mana yang lebih meyakinkan. Dalam keadaan ini, Anda cukup ambil yang lebih meyakinkan, kemudian sujud sahwi setelah salam.

2. anda yang ragu jumlah rakaat, dan anda sama sekali tidak bisa menilai mana yang lebih meyakinkan. Dalam keadaan ini, Anda cukup memilih yang lebih tidak tidak sedikit rakaatnya dan sujud sahwi sebelum salam.
Hadis Tentang Sujud Sahwi

Contoh teknik mengemban sujud sahwi sebelum salam dijelaskan dalam hadis ‘Abdullah bin Buhainah,

“Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)

Contoh kiat melaksanakan sujud sahwi sesudah salam dijelaskan dalam hadis Abu Hurairah,

“Lalu beliau shalat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudia beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lantas bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lantas beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lantas beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lantas beliau bangkit.” (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

Sujud sahwi sesudah salam ini ditutup lagi dengan salam sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Imron bin Hushain,

“Kemudian beliau pun shalat satu rakaat (menambah raka’at yang tidak lumayan tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau menggarap sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim no. 574)
Bacaan Doa Sujud Sahwi

Dalam teknik mengemban sujud sahwi, tentunya ada doanya. Sebagian ulama menganjurkan do’a ini ketika sujud sahwi,

“Subhana man la yanamu wa la yashu“

Artinya: “Mahasuci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa.”

Namun dzikir sujud sahwi tersebut hanya anjuran saja dari sejumlah ulama dan tanpa didukung oleh dalil. Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan: “Aku telah mendengar sejumlah ulama yang menceritakan tentang dianjurkannya bacaan: “Subhaana man laa yanaamu wa laa yas-huw” ketika sujud sahwi (pada kedua sujudnya), maka aku katakan, “Aku tidak mengejar asalnya sama sekali.” Untuk itu dalam teknik mengemban sujud sahwi, tidak ada doa khusus, sehingga bacaannya seperti bacaan sujud ketika shalat, yaitu:

“Subhaana robbiyal a’laa”

Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi”

Atau bisa juga,

“Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.”

Artinya: “Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku”

Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Hendaklah dia memperhatikan di dalam sujud sahwi-nya, bacaan yang diucapkan di dalam sujud ketika shalat, karena sujud sahwi merupakansujud yang serupa dengan sujud shalat.” (Al-Mughni, 2:432–433)
Bacaan Doa Sujud Sahwi

Dalam teknik mengemban sujud sahwi, tentunya ada doanya. Sebagian ulama menganjurkan do’a ini ketika sujud sahwi,

“Subhana man la yanamu wa la yashu“

Artinya: “Mahasuci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa.”

Namun dzikir sujud sahwi tersebut hanya anjuran saja dari sejumlah ulama dan tanpa didukung oleh dalil. Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan: “Aku telah mendengar sejumlah ulama yang menceritakan tentang dianjurkannya bacaan: “Subhaana man laa yanaamu wa laa yas-huw” ketika sujud sahwi (pada kedua sujudnya), maka aku katakan, “Aku tidak mengejar asalnya sama sekali.” Untuk itu dalam teknik mengemban sujud sahwi, tidak ada doa khusus, sehingga bacaannya seperti bacaan sujud ketika shalat, yaitu:

“Subhaana robbiyal a’laa”

Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi”

Atau bisa juga,

“Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.”

Artinya: “Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku”

Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Hendaklah dia memperhatikan di dalam sujud sahwi-nya, bacaan yang diucapkan di dalam sujud ketika shalat, karena sujud sahwi merupakansujud yang serupa dengan sujud shalat.” (Al-Mughni, 2:432–433)


Cara Melaksanakan Sujud Sahwi

Cara mengerjakan sujud sahwi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sujud biasa pada shalat.

Pertama, sujud sahwi sama seperti dengan sujud dalam sholat pada umumnya.

Kedua, sujud sahwi dilakukan dua kali, dipisah dengan duduk sejenak.

Ketiga, disyariatkan untuk memperhatikan takbir setiap kali turun sujud atau bangkit dari sujud.

Keempat, memperhatikan bacaan doa sujud sahwi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya

Begitulah sejumlah teknik melakukan sujud sahwi yang pelu kamu ketahui. Tentunya mengetahui teknik mengemban sujud sahwi ini sangat penting, lagipula insan tidak lepas dari kesalahan dan lupa.
                                              

Artikel lainnya »