umroh februari 2019

saco-indonesia.com, Presiden Genoa, Enrico Preziosi, merampas dan merusak kamera seorang wartawan Secolo XIX di depan umum.

GENOA, Saco-Indonesia.com — Presiden Genoa, Enrico Preziosi, merampas dan merusak kamera seorang wartawan Secolo XIX di depan umum. Meski sudah meminta maaf, Preziosi mengaku akan kembali melakukan hal tersebut jika para wartawan dianggap bertindak di luar batas.

Kejadian itu bermula ketika ada beberapa wartawan yang menanyakan Preziosi soal rumor penjualan klub kepada Presiden Varese, Antonio Rosati. Kesal dengan pertanyaan wartawan, Preziosi lantas mendatangi seorang wartawan Secolo XIX dan kemudian merampas serta membanting kamera sang wartawan hingga rusak.

"Saya sudah minta maaf dan akan membayar ganti rugi untuk kamera itu. Namun, tindakan wartawan itu tidak benar menyergap orang. Reaksi saya mungkin dikritik, tetapi saya menderita lebih buruk," jelas Preziosi kepada TGCom.

"Saya tidak bisa menerima seseorang mengambil gambar saya secara rahasia dan kemudian menyergap saya. Dalam konteks itu, saya memang akan melakukannya lagi," ancamnya.

Preziosi kemudian mengecam laporan media yang mengatakan ia sedang bernegosiasi untuk menjual Genoa kepada Presiden Varese, Antonio Rosati, yang kini telah resmi dinobatkan sebagai wakil presiden eksekutif Genoa.

"Saya terpana oleh kebohongan yang disebarkan. Rosati akan bergabung dengan klub, tetapi sama sekali tidak ada pertukaran atau penjualan saham. Saya tidak akan menjual klub," tegasnya.

"Kami melihat di halaman depan dengan wajah Rosati adalah presiden baru Genoa. Itu tidak benar. Kami hanya akan memperkuat skuad. Setiap hari di Genoa, wartawan terus menciptakan sesuatu yang membuat saya marah," tuturnya.

"Saya hanya mengganti direktur Pietro Lo Monaco dengan Rosati. Ia akan meninggalkan jabatan Presiden Varese karena dua posisi yang bertentangan," jelasnya.

Sumber:Kompas.com

Editor :Liwon Maulana(galipat)

saco-indonesia.com, Satu dari dua bandit jalanan nyaris diamuk oleh massa usai menodong dua pelajar di atas motornya di Jalan Ra

saco-indonesia.com, Satu dari dua bandit jalanan nyaris diamuk oleh massa usai menodong dua pelajar di atas motornya di Jalan Raya Logistik, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (1/2) dinihari. Dua hand phone dan uang Rp 24 ribu telah dibawa kabur oleh pelaku. Satu pelaku, Abdilah Bagir, yang berusia 15 tahun telah ditangkap korban bersama warga saat nongkrong tak jauh dari lokasi.

“Identitas rekan tersangka sudah kita kenali. Aksi dari perampasan dan penodongan kemungkinan sudah sering mereka lakukan. Kita juga masih harus melakukan pengembangan kasus ini,” kata Kapolsek Koja, Kompol TP. Simangunsong.

Aksi penodongan berawal ketika Ario Wibisono yang berusia 14 tahun dan Ircham Septiadi yang berusia 15 tahun naik sepeda motor matic pulang ke rumahnya di Tugu Utara. Saat melintasi Jalan Raya Logistik, dua pelaku yang juga telah mengendarai motor matic memepet sepeda motor korban lalu menghentikan sepeda motornya.

“Pelaku telah menuduh korban memukul kakaknya, lalu pelaku meminta uang dan dikasi Rp 24 ribu oleh kedua korban,” ujar TP. Simangunsong.

Karena kurang, kedua pelaku lalu telah menggerayangi saku celana dan mengambil paksa dua HP milik korban. Korban berusaha untuk melawan, namun satu pelaku telah mengancam dengan senjata tajam. “Satu pelaku berpura-pura ingin mengambil senjata tajam di balik bajunya, sementara rekannya telah mengambil paksa handphone keduanya karena takut dilukai,” sambung TP Simangunsong.

Mendapatkan hasil tersebut , kedua pelaku kemudian kabur, sementara korban pulang ke rumahnya lalu menceritakan peristiwa yang dialaminya tersebut kepada warga. Kedua korban dan warga yang marah kemudian telah mencari dan menyisir dua bandit tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Aksinya penyisiran itu ternyata berhasil, dua pelaku ditemukan sedang nongkrong di pinggir jalan tak jauh dari lokasi.

Oleh warga pelaku, Abdilah Bagir kemudian telah ditangkap, namun rekannya telah berhasil lolos dari sergapan warga menggunakan sepeda motor. Anggota Polsek Koja yang sedang ovserapsi wilayah melihat keramaian dan langsung mengamankan pelaku sebelum diamuk massa


Editor : Dian Sukmawati

Ms. Pryor, who served more than two decades in the State Department, was the author of well-regarded biographies of the founder of the American Red Cross and the Confederate commander.

Pronovost, who played for the Red Wings, was not a prolific scorer, but he was a consummate team player with bruising checks and fearless bursts up the ice that could puncture a defense.

Artikel lainnya »