ITINERARY PERJALANAN UMROH REGULER 9 Hari

Jika ada beberapa produsen mobil terkenal seperti diantaranya adalah mobil hyundai indonesia yang kini semakin di perhitungkan k

Jika ada beberapa produsen mobil terkenal seperti diantaranya adalah mobil hyundai indonesia yang kini semakin di perhitungkan keberadaanya oleh sejumlah ahli dalam pengamatan industri mobil di tanah air. Terlebih lagi sejak hadirnya sosok mobil hyundai avega dengan spesifikasi yang lumayan mumpuni.

Hyundai mobil memang dikenal sebagai pembuat mobil dengan harga menarik. Untuk harga mobil hyundai dapat dijangkau oleh setiap kalangan namun tidak melepaskan kenyamanan dan keamanan termasuk didalamnya teknologi yang disematkan pada setiap unit mobil hyundai.

PT Perkebunan Nusantara IX selama beberapa tahun terakhir terus mengembangkan dan mengelola sejumlah perkebunan di wilayah Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu destinasi pariwisata dalam bentuk wisata agro.

BREBES, Saco-Indonesia - PT Perkebunan Nusantara IX selama beberapa tahun terakhir terus mengembangkan dan mengelola sejumlah perkebunan di wilayah Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu destinasi pariwisata dalam bentuk wisata agro. Selain Kampoeng Kopi Banaran di Bawen dan Ambarawa, saat ini pengembangan wisata agro Kebun Kaligua di Brebes dan Kebun Semugih di Pemalang juga terus ditingkatkan.

Direktur Utama PTPN IX Adi Prasongko mengatakan, pengembangan wisata agro dilakukan karena sejak 2005 bisnis wisata agro sangat menguntungkan PTPN. ”Karena menguntungkan, kami sudah tidak ragu lagi. Bahkan, ke depan wisata agro tak lagi diolah administratur, tetapi akan dikelola profesional dengan struktur sendiri,” ujarnya, Sabtu (1/6/2013), di Kebun Kaligua, Brebes. Jajaran direksi PTPN IX beserta Bupati Brebes menghadiri rangkaian acara Hari Ulang Tahun Ke-42 Pengolahan Teh Hitam di Kebun Kaligua.

Wisata agro Kebun Kaligua dan Kebun Semugih berada di kawasan perkebunan teh yang telah ada sejak zaman Belanda. Kebun Kaligua merupakan perkebunan teh di barat Gunung Slamet di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Kebun Semugih, perkebunan teh yang berada di lereng utara Gunung Slamet, berlokasi di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Pemalang.

Sebagai bentuk keseriusan PTPN IX dalam mengembangkan wisata agro, di kedua kebun itu sedang dibangun mikrohidro atau pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga air. Selain itu, dilakukan juga pembenahan dan pembangunan sarana penginapan yang lebih nyaman bagi wisatawan serta penambahan wahana permainan untuk menarik perhatian wisatawan, terutama anak-anak.

”Untuk informasi ke luar, kami akan membenahi website sehingga wisatawan yang ingin menikmati wisata alam mendapat informasi. Kami juga ingin menarik minat para fotografer, termasuk fotografer dunia, bahwa di sini ada obyek menarik yang layak difoto,” ujar Adi.

PTPN IX juga akan mengarahkan wisata agro pada generasi muda, terutama anak-anak, dalam bentuk edukasi. Ada rencana memadukan pariwisata panorama dengan industri yang ada, seperti pabrik teh. ”Jadi, pengelolaan teh bisa diketahui masyarakat umum,” ungkapnya.

Bupati Brebes Idza Priyanti mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Brebes mendukung upaya PTPN IX menjadikan Kebun Kaligua sebagai tempat wisata agro. Untuk saat ini, Pemkab akan membantu pemeliharaan jalan-jalan di desa yang menuju Kebun Kaligua.

”Sementara ini pemeliharaan dulu karena masih pembangunan mikrohidro. Harapan saya, APBD 2014 bisa alokasikan untuk membangun jalan di sini. Yang jelas, kami akan memperhatikan hal ini karena mendukung pariwisata,” paparnya.

Kebun Kaligua menawarkan panorama alam berupa hamparan kebun teh seluas 509 hektar. Di kebun ini, para wisatawan dapat mengunjungi pabrik pengolahan teh hitam. Kebun Semugih menawarkan pemandangan, pemetikan, budidaya, dan pengolahan teh. (son)

 

Sumber : Kompas Cetak/Kompas.com
Editor :Liwon Maulana

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

Mr. Pfaff was an international affairs columnist and author who found Washington’s intervention in world affairs often misguided.

Artikel lainnya »