Haji Plus

Siapa bilang produk tablet berbasis Windows 8 harus berukuran layar besar? Nyatanya, produsen komputer asal Taiwan, Acer, mampu menghasilkan produk dengan layar yang cukup mini, yaitu sekitar 8 inci.

Saco-Indonesia.com - Siapa bilang produk tablet berbasis Windows 8 harus berukuran layar besar? Nyatanya, produsen komputer asal Taiwan, Acer, mampu menghasilkan produk dengan layar yang cukup mini, yaitu sekitar 8 inci.

Sekadar informasi, tablet Windows 8 yang beredar selama ini rata-rata berukuran 10,1 hingga 13,3 inci.

Pada ajang pameran komputer Computex 2013 yang sedang berlangung di Taipei, Taiwan, Acer memperkenalkan tablet terbarunya, Iconia W3. Ini merupakan perangkat berbasis Windows 8 full, bukan Windows RT, pertama di dunia yang berukuran layar 8 inci.

Produk ini terlihat cukup kecil. Ia memiliki ketebalan hanya 0,45 inci dan bobot sekitar 0,5 kg.

Meski memiliki ukuran yang kecil, perangkat tersebut sudah dilengkapi spesifikasi hardware yang cukup bertenaga untuk ukuran sebuah tablet. Iconia W3 dipersenjatai dengan prosesor Intel, Atom Z2760 Clover Trail. Sayangnya, tidak disebutkan berapa besar RAM yang dimilikinya.

Terdapat dua versi kapasitas media penyimpanan, yaitu 32 dan 64GB. Apabila tidak puas, pengguna masih bisa memperluasnya dengan menggunakan kartu microSD.

Tersedia pula secara opsional keyboard ukuran penuh, yang mampu menyulap perangkat ini berubah menjadi mini notebook.

Harga yang dibanderol oleh Acer untuk Iconia W3 adalah 379 dollar AS atau sekitar Rp3,6 juta. Sayangnya, Acer masih belum mau membeberkan, kapan produk ini hadir di pasaran.

Ajang Computex 2013 akan berjalan dari 4 hingga 8 Juni 2013. Namun, biasanya, memang banyak perusahaan yang sudah melakukan pengumuman sehari sebelum pameran benar-benar dimulai.

Di ajang ini diperkirakan akan ada banyak perusahaan yang memperkenalkan tablet Windows 8 berukuran mini, termasuk Microsoft yang kabarnya akan meluncurkan tablet Surface 7 inci.

Editor:Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

Aksi perampokan sepeda motor di Jakarta telah semakin mengganas. seorang pengendara motor yang telah melintas di Jalan MT Haryon

Aksi perampokan sepeda motor di Jakarta telah semakin mengganas. seorang pengendara motor yang telah melintas di Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, telah menjadi korban penembakan dan motornya dibawa kabur. Edwin Saleh yang berusia 33 tahun , hanya bisa merintih kesakitan setelah pelipis kiri tersambar timah panas pelaku. Sepeda motor Yamaha Vixion merah hitam B 6518 WIL telah raib dibawa kabur oleh pelaku yang diduga lebih dari dua orang. Kanit Reskrim Polsek Pancoran, AKP Suroto telah menuturkan, peristiwa tersebut telah terjadi sekitar pk 23:00. Kala itu, korban yang melaju dari arah Cawang menuju Pancoran tiba-tiba dipepet pelaku persis di depan Carefour MT Haryono. “Menurut keterangan korban, pelaku yang memepetnya dengan menggunakan sepeda motor yamaha Mio,” katanya. Menurut Suroto, ketika sudah dipepet korban yang diketahui warga Jalan Bayem RT 002/06 Pondok Cabe, Pamulang, Tangsel, diminta untuk dapat menyerahkan motor. Akan tetapi, karena korban tetap mempertahankan motornya, pelaku semakin nekat. “Pelaku langsung menembaknya dan mengenai helm dan menyerempet pelipis mata kirinya,” ujarnya. Melihat korban tak berdaya, pelaku itu pun langsung kabur membawa sepeda motor hasil rampasannya. Pria yang diketahui karyawan swasta ini telah tergeletak di pinggir jalan dengan wajah bersimbah darah. “Oleh petugas, korban langsung dilarikan ke RS Tebet untuk mendapatkan pertolongan,” tambah Suroto. Namun, lanjut kanit, karena luka korban yang cukup mengkhawatirkan itu, pihaknya langsung merujuknya ke RSCM untuk pertolongan lebih lanjut. Sementara petugas dari Polsek Pancoran masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan beberapa saksi untuk penyelidikan kasus tersebut.

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

With 12 tournament victories in his career, Mr. Peete was the most successful black professional golfer before Tiger Woods.

Artikel lainnya »