umroh februari 2019

saco-indonesia.com, Kediaman Astuti yang berusia (39) tahun di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kota Baru, Jambi, telah mendada

saco-indonesia.com, Kediaman Astuti yang berusia (39) tahun di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kota Baru, Jambi, telah mendadak heboh. Pasalnya, dia telah menemukan seekor binatang sejenis ular namun berkaki empat.

Menurut dari pengakuan Astuti, binatang aneh dan langka ini telah ditemukan pada Minggu malam di dalam rumah pada malam hari saat dirinya hendak tidur. Binatang dengan panjang sekira 10 sentimeter ini tiba-tiba sudah berada di ruang makan entah dari mana datangnya.
 
“Saya langsung panik dan memanggil keponakan saya. Kemudian binatang tersebut telah ditangkap dan dimasukan ke dalam toples oleh keponakan saya,” ujar Astuti, Rabu (12/2/2013).
 
Dirinya juga telah meyakini bahwa binatang tersebut adalah ular yang memiliki kaki. Sebab, lanjut dia, gerak-gerik binatang tersebut juga sangat identik dengan ular. “Selain panjang dan kulitnya bersisik, juluran lidahnya juga seperti seekor ular pada umumnya,” lanjut Astuti.
 
Selang dua hari kemudian, Astuti telah memutuskan untuk melepaskan binatang tersebut di sebuah lokasi yang cukup jauh dari rumahnya. Beruntung dia sempat mengabadikan gambarnya. “Saya kasian dan bingung mau kasih makan apa. Saya juga takut kalau itu binatang ghaib, makanya saya memilih untuk melepaskannya,” kata perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini.
 
Berdasarkan penuturan Wikipedia, ular berkaki empat ini memang binatang yang sangat langka ditemui. Hewan ini juga kerap disebut dengan nama kadal ular. Rupa dan gerak-gerik binatang ini memang sangat identik dengan seekor ular.


Editor : Dian Sukmawati

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Kemajuan teknologi saat ini seakan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan Anda.

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Kemajuan teknologi saat ini seakan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan Anda. Selama 24 jam dalam sehari Anda pun seakan tidak dapat berpisah dari alat komunikasi Anda. Anda melakukan berbagai macam hal sambil mengirim pesan atau menelpon. Tentu saja hal ini dapat menimbulkan bahaya dan mengganggu kesehatan.

Seperti dilansir dari nydailynews.com, mengirim pesan atau SMS-an sambil berjalan dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berjalan mengikuti garis lurus dan menjaga kecepatannya dalam berjalan.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Queensland, Australia ini menemukan bahwa ketika seseorang berjalan sambil mengirim pesan atau asyik dengan gadget mereka, maka gerakan jalan kaki mereka jadi tidak terarah dan kecepatan mereka dalam berjalan kaki pun juga terganggu.

"Saat Anda sedang berjalan kaki namun asyik dengan alat komunikasi Anda, maka konsentrasi Anda menjadi terpecah. Keseimbangan dan kemampuan Anda untuk berjalan akan terganggu. Akibatnya keselamatan Anda pun terancam," jelas Siobhan Schabrun, salah seorang peneliti.

Jadi, bijaklah dalam menggunakan alat komunikasi dan gadget Anda. Jangan sampai kesehatan dan keselamatan Anda terganggu akibat benda ini.

Sumber : merdeka.com

Editor : Maulana Lee

The career criminals in genre novels don’t have money problems. If they need some, they just go out and steal it. But such financial transactions can backfire, which is what happened back in 2004 when the Texas gang in Michael

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »