Perhelatan Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) memasuki perhelatan ke-10 tahun ini

KOMPAS.com - Perhelatan Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) memasuki perhelatan ke-10 tahun ini. Usia satu dekade menandakan kalau perhelatan pekan fashion yang digelar Summarecon Kelapa Gading ini mendapat perhatian cukup besar dan diperhitungkan. Apa saja peragaan busana yang menjanjikan untuk disimak?

Peragaan busana "Sinergy" yang menampilkan tujuh desainer muda berbakat telah membuka parade peragaan busana pada Sabtu (11/5/2013). Dalam peragaan tersebut, Gede Yudi, Erdan, Rasyid Salim, Rini Suwardy, Paula Meliana, Soko Wijanto, dan Wira Krisna, mencoba mengeksplorasi busana wanita dari sisi warna, aplikasi, dan bahan yang digunakan.

Selain "Sinergy", masih ada sembilan peragaan busana lain yang akan berlangsung di JFFF sampai 26 Mei 2013. Selain merayakan kuliner Nusantara, fashion adalah suguhan utama dalam festival ini. Di antara peragaan busana yang dijadwalkan berjalan di runway utama di Ballroom Hotel Harris, berikut 9 di antaranya yang sayang untuk dilewatkan.

1. Mini show APPMI karya desainer Anastasia, Formalhaut Zamel, Lisa Fitria, dan Melia Wijaya, dalam sesi “Fairy Tales”, Minggu (12/5/2013) pukul 15.00.
2. Parade koleksi Nusa Tenggara Barat to Nusa Tenggara Timur oleh Stephanus Hamy, Minggu (12/5/2013) pukul 17.00.
3. Parade desainer IPMI dalam sesi “Kain Negeri”, yang terdiri atas desainer Barli Asmara, Carmanita, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Era Soekamto, Kanaya Tabitha, Liliana Lim, Tri Handoko, Tuty Cholid, Yongki Budisutisna, Senin (13/5/2013) pukul 19.00.
4. JFFF Awards 2013 Feat Cita Tenun Indonesia (CTI) dengan desainer Ari Seputra, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Priyo Oktaviano, dan Sebastian Gunawan, Rabu (15/5/2013), pukul 19.00.
5. Mini show APPMI  kedua dalam “Inorganic Ethnicity”, dengan desainer Misan, Philip Iswardono, Sugeng Waskito, Zainal Songket. Kamis (16/5/2013), pukul 15.00. Mini show APPMI  ketiga dalam “Inmost Mozaic” dengan desainer Elok Rege Napio, Handy Hartono, Jimmy Fei Fei, dan Poppy Dharsono, Kamis (16/5/2013) pukul 17.00.
6. Peragaan Universal (Poetry) M oleh Musa Widyatmodjo. Kamis (16/5/2013) pukul 19.00.
7. Peragaan busana muslim APPMI bertema “Treasure of the Sea”, dengan para desainer Alisa Listiawaty, Dian Pelangi, Jeny Tjahyawati, Lia Afif, Tuty Adib, Jumat (17/5/2013) pukul 15.00.
8. Peragaan koleksi ”Classic Blossom” oleh Defrico Audy dan Malik Moestaram. Jumat (17/5/2013) pukul 17.00.
9. Desainer Anne Avantie akan membawakan “Ramli dalam Kenangan” pada Jumat (17/5/2013) pukul 19.00.

Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

Tips memilih Lampu depan motor yang bagus Komponen headlamp pada sepeda motor, telah menjadi part yang paling penting dalam b

Tips memilih Lampu depan motor yang bagus

Komponen headlamp pada sepeda motor, telah menjadi part yang paling penting dalam berkendara.

Namun, hal tersebut kadang juga sering dilupakan oleh para pemilik sepeda motor tersebut.

Salah satu contoh, pemilihan bohlam lampu depan dan belakang pada sepeda motor.

Dibanyak kasus, para pemilik kendaraan yang notabene adalah anak muda, sering mengganti lampu depan mereka dengan warna yang dapat menyilaukan mata pengendara dari arah berlawanan ataupun dibelakangnya.

Terkadang, dengan alasan modifikasi hal tersebut telah dilakukan dan sebagai bukti pembenaran.

Kali ini tips yang akan saya sampaikan adalah cobalah hindari pemakaian lampu berwarna putih kebiru-biruan yang dipasang dengan tegak lurus searah jarak pandang pengendara dari arah berlawanan.

Efeknya, pengedara dari arah berlawanan dapat hilang jarak pandang sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan kecelakaan.

Lalu dengan lampu belakang juga demikian, penggunaan lampu berwarna terang dikhawatirkan dapat menyilaukan pengendara yang ada dibelakangnya.

Oleh karena itu, pilihlah bohlam yang sudah ditetapkan oleh para produsen motor. Dengan menggunakan bohlam yang tidak berlebihan cahayanya. Sebab, ketika berkendara bukan hanya kita saja yang perlu jarak pandang sempurna, para pengendara lain yang datang dari arah berlawanan ataupun belakang kita harus menjaga jarak pandangnya.

Bohlam dengan warna kuning keputihan, bisa menjadi salahsatu solusi untuk penggantian lampu bohlam headlamp anda.

So, bijaksanalah dalam berkendara dan penggunaan bohlam headlamp ataupun lampu belakang.

Kadang kita lihat lampu depan motor menyala tidak dengan terang, nah bagaimana solusinya:

1.Dengan lampu standart memang lampu sudah terang, bagaimana jika tidak terang, solusinya ganti dengan watt yang lebih kecil agar pijar yang dihasilkan lebih besar, tapi konsekuensinya usia lampu jadi lebih pendek.

2.Bohlam standart kurang terang?

ganti saja dengan HALOGEN yang notabene lebih terang. Tapi pakai lampu yang kualitasnya baik.

Biasanya trik memeriksa lampu itu baik atau tidak yaitu dengan telah melihat merk cetakan pada pembungkus dan pada bohlam, sama atau tidak. Pastikan juga lampu terlihat kokoh baik fisik luarnya dan filamennya. Untuk pemilihan watt-nya pakai saja sama dengan awalnya, karena lampu halogen telah memiliki sinar lampu lebih terang dari yang standard dengan watt sama. Hati-hati, ketika mengganti bohlam dengan jenis halogen, jangan memegang bola lampu karena akan meninggalkan warna kehitaman (blackening)

3.Halogen masih kurang terang?

Ganti saja dengan jenis XENON. Sifat sinarnya menyala, pasti lebih terang dari halogen. Namun lampu jenis XENON telah memiliki panas2x lipat, jadi beresiko dipakai pada reflektor dan kaca lampu standard.

Perhatikan bahan logam pembuat reflektor dan kaca depan lampu motor. Perhatikan pula kabel penghubung lampunya, ganti juga dengan yang tahan panas biar tidak meleleh.

4.HID XENON buat motor.

Awalnya lampu ini telah dibuat untuk mobil. Nah oleh karena motor juga pengen, akhirnya ada yang untuk motor juga. Dibuat khusus dan lebih kompleks pasti gan..

Ada beberapa pendukungnya: Bulb (bohlam) dan Ballast-nya. Dijamin tuerang puol… tembus kabut pula (katanya) Harganya hmmm… ada yang jual Rp. 350.000,-. Tapi untuk pasang lampu jenis ini, perhatikan keadaan aki. Aki harus dalam keadaan baik, alias tidak tekor.

Untuk aki kering kalo sudah lebih dari setahun, lebih baik diganti ya gan… demi HID XENON

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Mr. Mankiewicz, an Oscar-nominated screenwriter for “I Want to Live!,” also wrote episodes of television shows such as “Star Trek” and “Marcus Welby, M.D.”

Artikel lainnya »