umroh

Penyakit cacar air merupakan salah satu jenis penyakit yang pasti akan menyerang siapapun dan pada usia berapa pun.

Saco-Indonesia.com - Penyakit cacar air merupakan salah satu jenis penyakit yang pasti akan menyerang siapapun dan pada usia berapa pun. Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV) dan menyerang sistem imunitas tubuh.

Walaupun penyakit ini mampu menyerang pada usia berapa pun, namun kebanyakan anak-anaklah yang banyak terserang penyakit ini. Sebab saat masih anak-anak, sistem kekebalan tubuh masih belum sempurna.

Agar penyakit ini tidak bertambah parah, tentu saja Anda harus melakukan perawatan yang baik. Salah satunya adalah berkaitan dengan makanan. Berikut adalah makanan yang sebaiknya tidak diberikan pada anak yang terserang penyakit cacar air.

Produk olahan susu
Hindari memberikan produk olahan susu seperi keju, es krim, dan mentega. Mengonsumsi produk olahan susu ketika terserang penyakit cacar air justru akan membuat kulit menjadi berminyak.

Daging
Mengonsumsi daging akan meningkatkan suhu tubuh dan malah akan memperparah penyakit cacar air yang diderita.

Makanan cepat saji
Makanan cepat saji adalah makanan yang paling dilarang untuk dikonsumsi ketika terkena cacar air. Makanan cepat saji hanya akan membuat penyakit bertambah parah.

Jeruk
Jeruk adalah salah satu buah yang seharusnya dihindari oleh penderita cacar air. Sebab jeruk mengandung asam yang akan mengiritasi lukanya menjadi melepuh dan semakin membuat gatal.

Makanan pedas
Makanan pedas dan berbumbu juga sebaiknya dihindari ketika menderita cacar air. Sebab makanan ini akan membuat tubuh penderita menjadi tidak nyaman.

Makanan bergaram tinggi
Kandungan garam yang ada di dalam makanan ini akan memperparah gatal cacar air serta mampu menimbulkan bekas luka yang buruk.

Penyakit cacar air dapat semakin parah tergantung pada makanan yang dikonsumsi. Oleh karena itu sebaiknya hindari pemberian makanan di atas pada penderita cacar.

Sumber : Merdeka.com

Editor : Maulana Lee

"Kita harus mengakui, anak selalu berupaya keras mendorong diri mereka dan bekerja keras untuk mencapai tujuan," kata Paul Donahue, PhD, penulis buku Parenting Without Fear: Letting Go of Worry and Focusing on What Really Matters.

Saci- Indonesia.com - "Kita harus mengakui, anak selalu berupaya keras mendorong diri mereka dan bekerja keras untuk mencapai tujuan," kata Paul Donahue, PhD, penulis buku Parenting Without Fear: Letting Go of Worry and Focusing on What Really Matters. Jadi, "Satu hal yang perlu diingat adalah proses, bukan produk akhir."

Anak Anda mungkin bukan pemain basket terbaik di timnya. Namun jika Anda melihat ia berlatih setiap hari dan berjuang untuk bisa menjadi yang terbaik, Anda harus memuji usahanya itu, terlepas dari apakah timnya menang atau kalah.

Memuji usaha anak, bukan hasilnya, juga bisa berarti mengakui anak telah bekerja keras. Misalnya saja saat ia membersihkan halaman, memasak makan malam, atau menyelesaikan tugas pelajaran sejarahnya. Apa pun skenarionya, pujian harus diberikan berdasarkan kasus per kasus dan proporsional.

Berikut ini beberapa contoh nyata dari para ahli yang menunjukkan pujian atas prestasi anak:

* Jika anak gagal memukul bola (strike) beberapa kali selama pertandingan (softball), tapi kemudian ia berhasil menangkap bola saat permainan berlangsung, ia layak menerima pujian. Anda harus memuji ketahanan dan usahanya mendorong diri untuk mampu melalui keadaan sulit.

* Jika anak tidak begitu baik dalam pelajaran matematika, Anda bisa menyarankannya untuk terus berlatih, bukan malah memaksanya belajar matematika sambil memarahinya setiap malam. Berikan pujian pada anak ketika ia melakukan hal lain yang luar biasa.

* Putri Anda berhasil menaiki sepeda roda dua setelah ia berlatih berminggu-minggu. Berikan pujian karena ia mampu bertahan dalam latihan.

* Ketika anak berhasil melompat jauh saat sedang bermain, puji dia. Tapi jangan berlebihan karena usahanya itu hanyalah sebatas untuk bersenang-senang.

Jika anak tidak melakukan upaya khusus, jangan memujinya berlebihan atau Anda bisa tidak memujinya sama sekali. Para ahli juga menyarankan agar para orangtua tidak memuji anak dengan memberikan uang tunai.

"Saya percaya setiap orangtua memuji adalah untuk memotivasi anaknya," kata Donahue. "Jika Anda mengatakan kepada anak akan memberikannya uang jika ia mendapatkan nilai A di pelajaran matematika, anak akan melakukannya atas dasar motivasi uang, bukan karena positif ingin berhasil."

Berbeda dengan uang, Anda bisa merayakan kerja keras dan prestasi anak dengan melakukan kegiatan yang mereka sukai. Misalnya, “Pergi makan es krim atau atau menonton pertunjukan musik," kata Donahue.


Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas
 

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

Mr. Miller, of the firm Weil, Gotshal & Manges, represented companies including Lehman Brothers, General Motors and American Airlines, and mentored many of the top Chapter 11 practitioners today.

Artikel lainnya »