Jakarta, Saco-Indonesia - Dengan Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Ciliwung Bogor pagi tadi akan segera berimbas ke bagian hilir yang ada di Jakarta.

Jakarta, Saco-Indonesia - Dengan Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Ciliwung Bogor pagi tadi akan segera berimbas ke bagian hilir yang ada di Jakarta. Debit air dalam jumlah besar diperkirakan akan sampai di ibukota pada sore ini.

Pada pukul 10.00 WIB, bendungan ketinggian air di bendungan Katulampa Bogor menyentuh level Siaga 2 atau 150 cm. Pada pukul 11.00 WIB, ketinggian naik menjadi 160 cm, masih di status yang sama.

Di Depok tinggi muka air menyentuh 260 cm (Siaga 2) pada pukul 12.40 WIB. Naiknya status Siaga 2 di bagian hulu dan tengah Sungai Ciliwung yaitu di Katulampa dan Depok maka diperkirakan akan menyebabkan potensi banjir di bantaran sungai kiri kanan Sungai Ciliwung meliputi Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus/Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

"Warga diimbau untuk selalu waspada banjir yang akan datang sekitar 6 jam kemudian," ujar Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo dalam pernyataannya, Jumat (17/1/2014). Dengan kata lain, debit air dalam jumlah besar dari Bogor itu akan sampai ke Jakarta sekitar pukul 18.30 WIB.

Ada pun, kondisi tinggi muka air pada Jum'at (17/01) Pkl. 11.00 wib berdasarkan pantauan Pusdalops BPBD DKI Jakarta:

Katulampa 160 cm/M (siaga 2);
Depok 230 cm/M (siaga 3);
Manggarai 740 cm/G (siaga 4);
Pesanggrahan 100 cm/M (siaga 4);
Angke Hulu 195 cm/M (siaga 3);
Cipinang Hulu 110 cm/M (siaga 4);
Sunter Hulu 65 cm/M (siaga 4);
Pulogadung 535 cm/M (siaga 4);
Karet 480 cm/M (siaga 3);
Waduk Pluit -65 cm/M;
Pasar Ikan 205 cm/M (siaga 4);
Krukut Hulu 80 cm/H (siaga 4)

Kenaikan tinggi muka air Sungai Ciliwung di Depok pada:
pkul 11.10 : 210 cm/M (siaga3)
Pkul 11.20 : 220 cm/M (siaga3)
Pkul 11.30 : 240 cm/M (siaga3)
Pkul 12.40 : 260 cm/M (siaga2)
Pkul 12.45 : 270 cm/M (siaga2)

Sumber : detik.com

Editor : Maulana Lee

MAKKAH–Pemerintah Arab Saudi tetap menolak permohonan Indonesia untuk tidak menggunakan perluasan wilayah Mina (Mina Jadid

MAKKAH–Pemerintah Arab Saudi tetap menolak permohonan Indonesia untuk tidak menggunakan perluasan wilayah Mina (Mina Jadid) . Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan bahwa Mina Jadid tetap digunakan sebagai tempat mabit (bermalam) bagi sebagian jamaah asal Indonesia.
”Permintaan Indonesia untuk tak menggunakan Mina Jadid  ditolak oleh Pemerintah Arab Saudi. Kami sendiri tak diberitahu alasan penolakan tersebut,” kata Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, Sabtu (5/10), dikutip dari Media Center Haji (MCH).
“Dari total 48 maktab yang disediakan untuk Indonesia, 8 maktab di antaranya berada di wilayah Mina Jadid. Artinya, 8 × 3.250 orang, itulah total jamaah asal Indonesia yang akan mabit di Mina Jadid” kata Jauhari.
Jauhari menambahkan, pada tahun ini kapasitas setiap maktab mengalami penggemukan. Hal itu mengakibatkan adanya rekonfigurasi penomoran maktab jamaah haji Indonesia di Mina. ”Jumlah maktabnya tetap 48. Namun, kapasitas setiap maktab bertambah, dari semula 2.800 orang menjadi 3.250 orang,” ujarnya.
Dengan adanya rekonfigurasi, kata dia, penomoran maktab tidak lagi berurut dari 1 sampai dengan 48 maktab. Karena penambahan kapasitas, distribusi jamaah dalam satu maktab akan ‘memakan’ jatah maktab berikutnya. ”Di Mina itu, areal maktab tak berubah bahkan sudah dipagari. Kapasitasnya pun tetap untuk 2.800 orang. Akibatnya, ada beberapa nomor maktab yang hilang,” ucapnya.
Jauhari mencontohkan, sebagian jamaah yang bermukim di maktab 1 akan tinggal di perkemahan yang sebenarnya sudah masuk ke maktab 2, demikian seterusnya.
Oleh karena itu, nanti, ada nomor maktab yang ’hilang’ karena lokasinya sudah penuh. Maktab-maktab inilah yang kemudian berubah, tidak lagi sesuai dengan hasil qur’ah (undian). ”Totalnya, terdapat 15 maktab yang berubah,

Sumber : http://saharakafila.com

Baca Artikel Lainnya : MEKAH DI KUNJUNGGI JEMAAH HAJI DARI BERBAGAI BELAHAN DUNIA

Mr. Bartoszewski was given honorary Israeli citizenship for his work to save Jews during World War II and later surprised even himself by being instrumental in reconciling Poland and Germany.

Mr. Haroche was a founder of Liberty Travel, which grew from a two-man operation to the largest leisure travel operation in the United States.

Artikel lainnya »