umroh plus turki

saco-indonesia.com, Terdakwa kredit fiktif Bank Tabungan Negara Syariah Makassar, Syarifuddin Azhari, dituntut 9 tahun penjara. Kata jaksa penuntut

Terdakwa kredit fiktif Bank Tabungan Negara Syariah Makassar, Syarifuddin Azhari, dituntut 9 tahun penjara. Kata jaksa penuntut umum Greafik Loserte, Syarifuddin Azhari terbukti memanipulasi data debitur untuk pencairan kredit. Ia pun diharuskan membayar denda Rp 500 juta. Jika mangkir, masa tahanan bertambah 6 bulan. "Terdakwa tidak terbukti menikmati uang negara," ujar Greafik, Rabu, 1 Mei 2013.

Dalam materi tuntutan jaksa, Syarifuddin dinyatakan bertindak sebagai Direktur Operasional PT Aditya Rezeki Abadi (ARA), perusahaan jual-beli kendaraan bermotor. Anak buah Jusmin Dawi itu bertugas mencari calon nasabah dengan mengumpulkan kartu tanda penduduk, kartu keluarga, dan surat keterangan penghasilan. Data-data itu kemudian disetor ke bank sebagai syarat administratif pengurusan kredit kendaraan bermotor. "Sekitar 700 data nasabah disetor ke bank," kata Greafik.

Hasil setoran itu, PT ARA mendapatkan siraman dana segar sebesar Rp 73 miliar. Duit itu masuk ke rekening Jusmin Dawi, selaku pemilik perusahaan. Sedangkan pencairan kreditnya berlangsung sejak 2005 hingga 2009. Kata Greafik, pengajuan data itu adalah modus. Sebab, para nasabah tidak bermaksud mengajukan kredit. "Dan untuk kelancaran pengurusan administrasi, Syarifuddin memberikan imbalan kepada para calon nasabah, Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta," ujarnya.

Kredit fiktif ini terungkap setelah puluhan debitur tidak menunaikan kewajibannya. Hasil audit internal bank menemukan kredit macet mencapai Rp 44 miliar. Syarifuddin sendiri pernah menjadi buron Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Menghilang selama hampir dua tahun, ia pun diringkus di kediaman pribadinya, Asrama Polisi Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, September 2012.

ABDUL RAHMAN

Topik Terhangat:

Harga BBM | Susno Duadji | Gaya Sosialita | Ustad Jefry |Caleg

Berita Terpopuler:

Pengedar Sabu itu Ternyata Perwira Berprestasi

VIDEO Susno Duadji: Saya Tak Akan Lari

Jaksa Waspadai Pengawalan Bersenjata Susno

Kolonel ASB Memakai Sabu Sejak 2004

SBY: Harga BBM Naik kalau Ada Dana Kompensasi

saco-indonesia.com, TNI AD akan siap untuk mengerahkan personel dan alutsista miliknya untuk dapat membantu kelancaran distribus

saco-indonesia.com, TNI AD akan siap untuk mengerahkan personel dan alutsista miliknya untuk dapat membantu kelancaran distribusi logistik Pemilu 2014. Kapal water jet terbaru milik TNI AD juga akan dikerahkan. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Budiman juga menyatakan, water jet itu nantinya akan mempunyai kapasitas 50 orang. Untuk kecepatannya bisa bisa mencapai 30 sampai 40 knot di atas permukaan air.

"Kita siapkan juga kapal angkutan air kita, kebetulan kapal itu produk dalam negeri sendiri yaitu water jet," kata Budiman di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (12/2)

Budiman juga menambahkan, water jet tersebut juga merupakan pembelian alutsista yang telah dihasilkan dari perusahaan pembuat kapal ternama di Indonesia. Harga satuannya pun juga bisa dikatakan lebih murah jika dibandingkan dengan membeli dari luar negeri.

"Harga satu kapal seharga Rp 12 miliar, yang sudah dibuat sampai saat ini sudah 10 unit. Mudah-mudahan yang pertama jadi ini awal Maret, nanti kita demonstrasikan di Tanjung Priok," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan beberapa kendaraan TNI AD juga untuk dapat membantu pendistribusian dan pengamanan pemilu 9 April nanti.

"Segera kita drop motor-motor ke Babinsa. Kemudian Dandim segera kita turunkan, dan sebagian bus kecil untuk Kodim. Kemudian kita siapkan untuk helikopter kita, pesawat Cassa kita," pungkasnya.

Sebelumnya, terkait Pemilu damai, tertib dan aman, TNI juga sudah menerjunkan semua satuannya. Mulai angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara. Namun, penebalan yang telah dilakukan oleh TNI kepada Polri bersifat tidak langsung.

Berikut format kekuatan penebalan yang dilakukan TNI di semua lini :

TNI AD :
1 SSY (satuan setingkat batalyon) untuk tiap Polda tipe A
2 SSK (satuan setingkat kompi) untuk tiap Polda tipe B
1 SST (satuan setingkat peleton) untuk tiap Polres
3 SSY Kostrad dan Satgultor sebagai cadangan pusat yang setiap saat dapat digerakkan sesuai kepentingan.

TNI AL :
5 SSK pada masing-masing Koarmada
5 SSK Marinir serta Denjaka sebagai cadangan pusat.

TNI AU :
2 SSK pada masing-masing Koopsau - 2 SSK Paskhas serta Denbravo sebagai cadangan pusat.


Editor : Dian Sukmawati

As governor, Mr. Walker alienated Republicans and his fellow Democrats, particularly the Democratic powerhouse Richard J. Daley, the mayor of Chicago.

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

Artikel lainnya »