umroh oktober

saco-indonesia.com, Kasus pemukulan terhadap pramugari Sriwijaya Air, Nur Febriani, yang dilakukan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal daerah (BKPMD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) diambil alih Polres Pangkalpinang.

PANGKALPINANG, Saco_Indonesia.com - Kasus pemukulan terhadap pramugari Sriwijaya Air, Nur Febriani, yang dilakukan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal daerah (BKPMD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) diambil alih Polres Pangkalpinang.

"Berkas dari Polsek Pangkalanbaru sudah kita ambil alih. Pengambil alihan perkara ini supaya proses penyidikannya lebih cepat. Karena di Polsek Pangkalanbaru, penyidiknya masih menangani beberapa kasus lainnya," kata Kapolres Pangkalpinang, AKBP Bariza Sulfi, sabtu (8/6/2013) kemarin.

Ia mengatakan, berkas perkara dan barang bukti dari Polsek Pangkalanbaru sudah diserahkan penyidik Polres Pangkalpinang. Selanjutnya, berkas tersebut akan ditangani oleh Unit Reskrim Polres Pangkalpinang.

AKBP Bariza Sulfi menjelaskan, pihaknya hanya menangani perkara penganiayaan yang dilakukan Zakaria terhadap Nur Febriani. Untuk dugaan pelanggaran undang-undang keselamatan penerbangan tidak ditangani Polres Pangkalpinang.

"Saat ini kita hanya menangani kasus pidana pemukulannya saja. Kita tidak menerapkan kasus ke dalam undang-undang keselamatan penerbangan," kata Bariza Sulfi.

Hal ini karena sesuai pemeriksaan, hal-hal yang berkait dengan dugaan pelanggaran keselamatan penerbangan tidak terjadi di Pangkalpinang. Akan tetapi, terjadinya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Zakaria dilaporkan ke aparat kepolisian oleh seorang pramugari Sriwijaya Air bernama Febriani. Pemukulan itu terjadi di pesawat bernomor penerbangan SJ 078 tak lama setelah mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Rabu (5/6/2013) sekitar pukul 19.30 WIB.

Dalam kasus ini, Zakaria sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan oleh aparat kepolisian. Zakaria dianggap bertanggung jawab karena telah memukulkan gulungan koran ke arah bagian belakang leher korban sehingga menimbulkan bekas kemerahan. Pemukulan tersebut dipicu kekesalan tersangka karena ditegur korban untuk mematikan ponsel saat pesawat akan lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar satu jam sebelumnya.

Upaya damai kedua belah pihak sudah ditempuh dengan permohonan maaf dari Zakaria. Namun, Febriani masih trauma dan tidak terima dengan perlakuan tersebut sehingga kasus ini tetap dibawa ke jalur hukum. (Hendra)

Editor :Liwon Maulana

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banda Aceh menyatakan seluruh jamaah haji asal provinsi itu telah menuntaskan

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banda Aceh menyatakan seluruh jamaah haji asal provinsi itu telah menuntaskan tawaf ifadah.
“Alhamdulillah seluruh jamaah haji asal Aceh telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji pada musim haji 2013,” kata Ketua PPIH Debarkasi Banda Aceh Ibnu Sa’dan, Selasa.
Dijelaskannya, saat ini para jamaah haji masih berada di Mekkah dan melaksanakan ziarah dan umroh sunnah sebelum bertolak ke Madinah. “Mereka melakukan sejumlah ibadah lainnya sebelum meninggalkan Mekkah dan menuju Madinah dan selanjutnya bertolak ke Tanah Air,”k katanya didampingi Kasubag Humas Kanwil Kemenag Aceh Akhyar.
Dijelaskannya, jamaah haji Aceh akan bergerak dari Mekkah menuju Madinah pada 29 Oktober 2013. Rombongan jamaah haji kelompok terbang pertama akan tiba kembali di provinsi ujung paling barat Indonesia itu sekitar pukul 10.55 WIB pada 9 November 2013 dengan menggunakan maskapai milik Garuda.
“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan prima dalam proses pemulangan hingga pelepasan jamaah ke masing-masing kabupaten/kota,” katanya.
Pada musim haji 2013, Embarkasi Banda Aceh memberangkatkan sebanyak 3.157 calon jamaah haji yang tergabung dalam delapan Kloter. Seluruh calon jamaah haji tersebut diberangkatkan melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar.

Sumber : http://saharakafila.com

Baca Artikel Lainnya : IBADAH HAJI, SEPERTI BAYI YANG MASIH SUCI DAN BERSIH

The magical quality Mr. Lesnie created in shooting the “Babe” films caught the eye of the director Peter Jackson, who chose him to film the fantasy epic.

Mr. Alger, who served five terms from Texas, led Republican women in a confrontation with Lyndon B. Johnson that may have cost Richard M. Nixon the 1960 presidential election.

Artikel lainnya »