Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami.

daftar umroh ramadhan Ciamis

saco-indonesia.com, Tips Memilih Perlengkapan Bayi Menyambut detik-detik kelahiran sang buah hati juga merupakan momen yang

saco-indonesia.com,

Tips Memilih Perlengkapan Bayi
Menyambut detik-detik kelahiran sang buah hati juga merupakan momen yang sangat menggembirakan bagi orang tua, khususnya ibu yang akan melahirkan anak pertamanya. Beragam persiapan harus perlu dilakukan. Salah satunya adalah telah memilih perlengkapan bayi.

Berikut ini adalah tips untuk dapat memilih perlengkapan bayi dan kegunaannya:
1. Baju bayi
Pilihlah baju bayi yang telah berbahan katun karena selain lembut, katun juga mampu untuk dapat menyerap keringat dengan baik. Perlu juga menyediakan baju bayi dengan jumlah yang cukup (sesuai kebutuhan) karena baju bayi juga harus sering diganti untuk dapat menjaga kesehatan kulit bayi. Bayi baru lahir biasanya akan sering buang air kecil ataupun pup. Jadi baju bayi maupun popok yang dipakai sering kali basah atau kotor terkena air kencing bayi. Dalam hal membeli baju bayi tidak perlu yang mahal, yang terpenting adalah bayi nyaman memakainya dan telah terbuat dari bahan yang aman dan tidak berbahaya.

2. Sarung tangan bayi
Sarung tangan dan sarung kaki bayi diperlukan untuk dapat menjaga agar bayi tidak kedinginan. Selain itu juga menjaga agar kuku tangan bayi yang sudah panjang tidak melukai tubuh bayi. Disarankan dalam memilih sarung tangan bayi adalah sarung tangan bayi yang berbahan lembut dan tidak ketat untuk dapat menjaga kuku dan jari bayi.

3. Gendongan bayi
Menggendong bayi bisa dilakukan saat bayi sudah berusia beberapa bulan atau bayi sudah bisa menahan kepalanya sendiri. Aktifitas menggendong bayi juga akan sering dialami pada semua orang tua yang telah memiliki bayi. Jadi dalam menggendong bayi diperukan gendongan bayi yang berkualitas dan nyaman dipakai. Pilihlah gendongan bayi yang tidak membuat penggendong merasa nyeri dan memiliki bahan kain yang mampu menyerap panas bayi dan telah memiliki sirkulasi yang baik.

4. Perlak bayi
Perlak dapat digunakan sebagai lapisan tidur bayi sehingga kasur tidak akan basah atau kotor.

5. Kelambu/ kojong bayi
Pilihlah kelambu yang lebih panjang dari tempat tidur bayi dan usahakan kelambu selalu terpasang. Selain dapat melindungi dari nyamuk dan serangga lain, kelambu juga dapat ikut menjaga bayi untuk tidak kedinginan.

6. Popok
Popok bayi adalah perlengkapan yang wajib dimiliki pada setiap orang tua yang baru melahirkan bayi. Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam hal memilih popok bayi adalah bahannya yang aman, kepraktisan dalam pemakaian, dan daya serap popok. Pemilihan popok yang baik akan dapat mengurangi resiko ruam kulit pada bayi. Bunda juga bisa memilih popok kain untuk si bayi. Popok kain murah banyak dijual di toko bayi baik offline maupun online.

Demikian beberapa tips sederhana memilih perlengkapan bayi. Semoga bermanfaat


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Pasca penemuan tas ransel yang telah berisi rangkaian kabel dan baterai dekat lokasi perampokan BRI di Desa

saco-indonesia.com, Pasca penemuan tas ransel yang telah berisi rangkaian kabel dan baterai dekat lokasi perampokan BRI di Desa Ranca Iyuh, Kec.Panongan, Kabupaten Tangerang, petugas Gegana Polda Metro Jaya kemudian telah meledakan bom tersebut di tempat yang aman di sekitar tempat tersebut. Setelah itu sisa komponen bom telah dikumpulkan dan dibawa petugas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolresta Tangerang Kombes Irfing Jaya juga menyatakan, analisa sementara bom yang telah ditemukan di tas ransel di warung milik Saefuri tersebut berjenis low explosive. “Petugas juga masih harus menyelidiki komponen bom tersebut,” katanya, Kamis (26/12).

Menurut Irfing, sebelum bom tersebut diledakkan, petugas Gegana Polda Metro yang berjumlah enam orang tersebut sudah melokalisir lokasi dari kerumunan warga yang ada di sekitar tempat itu.

Menurut Saefuri, tas tersebut diduga juga merupakan milik dari enam orang yang makan di warungnya sebelum perampokan yang telah menimpa BRI terjadi pada Selasa (24/12) siang. “Setelah makan, mereka langsung menuju bank dan tasnya tertinggal.  Saya tidak curiga dan telah menyimpan tas itu di meja makan. Namun karena sampai Rabu sore tas tidak diambil, akhirnya kami telah laporkan ke polisi,” ujarnya.

Sebelumnya, enam perampok telah menyatroni BRI Cabang Panongan dan menggasak uang tunai Rp570 juta. Polisi juga masih harus memburu pelaku, termasuk dugaan pelaksanaan perampokan yang disebut-sebut terkait fai atau merampas harta milik orang lain.


Editor : Dian sukmawati

From sea to shining sea, or at least from one side of the Hudson to the other, politicians you have barely heard of are being accused of wrongdoing. There were so many court proceedings involving public officials on Monday that it was hard to keep up.

In Newark, two underlings of Gov. Chris Christie were arraigned on charges that they were in on the truly deranged plot to block traffic leading onto the George Washington Bridge.

Ten miles away, in Lower Manhattan, Dean G. Skelos, the leader of the New York State Senate, and his son, Adam B. Skelos, were arrested by the Federal Bureau of Investigation on accusations of far more conventional political larceny, involving a job with a sewer company for the son and commissions on title insurance and bond work.

The younger man managed to receive a 150 percent pay increase from the sewer company even though, as he said on tape, he “literally knew nothing about water or, you know, any of that stuff,” according to a criminal complaint the United States attorney’s office filed.

The success of Adam Skelos, 32, was attributed by prosecutors to his father’s influence as the leader of the Senate and as a potentate among state Republicans. The indictment can also be read as one of those unfailingly sad tales of a father who cannot stop indulging a grown son. The senator himself is not alleged to have profited from the schemes, except by being relieved of the burden of underwriting Adam.

The bridge traffic caper is its own species of crazy; what distinguishes the charges against the two Skeloses is the apparent absence of a survival instinct. It is one thing not to know anything about water or that stuff. More remarkable, if true, is the fact that the sewer machinations continued even after the former New York Assembly speaker, Sheldon Silver, was charged in January with taking bribes disguised as fees.

It was by then common gossip in political and news media circles that Senator Skelos, a Republican, the counterpart in the Senate to Mr. Silver, a Democrat, in the Assembly, could be next in line for the criminal dock. “Stay tuned,” the United States attorney, Preet Bharara said, leaving not much to the imagination.

Even though the cat had been unmistakably belled, Skelos father and son continued to talk about how to advance the interests of the sewer company, though the son did begin to use a burner cellphone, the kind people pay for in cash, with no traceable contracts.

That was indeed prudent, as prosecutors had been wiretapping the cellphones of both men. But it would seem that the burner was of limited value, because by then the prosecutors had managed to secure the help of a business executive who agreed to record calls with the Skeloses. It would further seem that the business executive was more attentive to the perils of pending investigations than the politician.

Through the end of the New York State budget negotiations in March, the hopes of the younger Skelos rested on his father’s ability to devise legislation that would benefit the sewer company. That did not pan out. But Senator Skelos did boast that he had haggled with Gov. Andrew M. Cuomo, a Democrat, in a successful effort to raise a $150 million allocation for Long Island to $550 million, for what the budget called “transformative economic development projects.” It included money for the kind of work done by the sewer company.

The lawyer for Adam Skelos said he was not guilty and would win in court. Senator Skelos issued a ringing declaration that he was unequivocally innocent.

THIS was also the approach taken in New Jersey by Bill Baroni, a man of great presence and eloquence who stopped outside the federal courthouse to note that he had taken risks as a Republican by bucking his party to support paid family leave, medical marijuana and marriage equality. “I would never risk my career, my job, my reputation for something like this,” Mr. Baroni said. “I am an innocent man.”

The lawyer for his co-defendant, Bridget Anne Kelly, the former deputy chief of staff to Mr. Christie, a Republican, said that she would strongly rebut the charges.

Perhaps they had nothing to do with the lane closings. But neither Mr. Baroni nor Ms. Kelly addressed the question of why they did not return repeated calls from the mayor of Fort Lee, N.J., begging them to stop the traffic tie-ups, over three days.

That silence was a low moment. But perhaps New York hit bottom faster. Senator Skelos, the prosecutors charged, arranged to meet Long Island politicians at the wake of Wenjian Liu, a New York City police officer shot dead in December, to press for payments to the company employing his son.

Sometimes it seems as though for some people, the only thing to be ashamed of is shame itself.

Mr. Napoleon was a self-taught musician whose career began in earnest with the orchestra led by Chico Marx of the Marx Brothers.

Artikel lainnya »