umroh

saco-indonesia.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah mengungkapkan penerapan 3 in 1 untuk bisa me

saco-indonesia.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah mengungkapkan penerapan 3 in 1 untuk bisa membatasi kendaraan di Jakarta tidak efektif. Pada kenyataannya juga masih banyak pemilik kendaraan dengan menggunakan joki untuk bisa melaluinya. Sehingga ini saat yang tepat menerapkan sistem pembatasan kendaraan dengan sistem elektronik.

"Itu nanti akan dihapuskan 3 in 1 sudah sangat tidak efektif. Sudah disurvei tidak efektif. Makanya nanti akan menerapkan ERP (Electronic Road Pricing)," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/12).

Dalam penerapan ERP, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono juga mengungkapkan sepakat dengan pernyataan Ahok. Setelah diterapkan baru kemudian ditentukan bagaimana cara untuk membatasi kendaraan. Namun Pristono belum dapat memastikan kapan rencana ini akan bisa dilakukan.

"3 in 1 itu sudah tidak efektif. Karena hanya mengandalkan mata. Hanya mengandalkan orang. Jadi repot. Sekarang yang sedang yang akan diterapkan itu adalah pajak kemacetan atau biasa terkenalnya ERP," ungkapnya.

Pristono juga menambahkan, penerapan ERP sendiri itu tidak mungkin dilakukan dari perbatasan. Tetapi harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari tengah dahulu. Dimana angkutan masalnya juga sudah kuat.

"Jadi ERP itu tidak mungkin dilakukan dari pinggir dulu. ERP akan dilakukan dari tengah dulu. Di mana di tengah itu ada massa angkutan umum nya sudah kuat," katanya.

Tujuan dari penerapan dari tengah dulu supaya orang-orang yang menggunakan kendaraan bisa memarkir kendaraannya di pinggiran kota. Karena jalan raya yang ditengah kota sudah menggunakan ERP.

"Jadi terbalik, bukan dari perbatasan dulu tapi dari tengah dulu. Supaya orang markir mobilnya di perbatasan dia naik bus," tandas Pristono.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Turut dapat meramaikan ulang tahun MNC yang ke-22 tahun, Mikha Angelo juga mengaku kesulitan saat berkolabor

saco-indonesia.com, Turut dapat meramaikan ulang tahun MNC yang ke-22 tahun, Mikha Angelo juga mengaku kesulitan saat berkolaborasi dengan Coboy Junior. Diakui Mikha, Coboy Junior ternyata juga memiliki karakter suara yang tinggi.

Terlebih keputusan tampil satu panggung baru bisa diterima Mikha saat dirinya hadir tiba di lokasi perayaan untuk dapat melakukan gladi resik. Bersyukur penampilan Mikha dan Coboy Junior dapat berjalan dengan lancar.

"Sama Coboy Junior dadakan banget. Susah untuk menyesuaikan vokalnya, suaranya tinggi-tinggi banget. Syukur akhirnya bisa juga," ungkap Mikha di Kawasan TMII Jakarta Timur.

Tak hanya berkolaborasi dengan Coboy Junior saja , Mikha juga berduet bersama Fatin Shidqia. Tampilan bersama Fatin, Mikha juga tak menemukan kesulitan. Pasalnya mereka juga pernah berduet menyanyikan lagu Lucky sebelumnya.

"Satu lagu lagi featuring sama Fatin. Kalau sama Fatin sih nggak dadakan juga, karena sebelumnya kita sudah pernah ngebawain bareng," akunya.

Editor : dian sukmawati
Sumber ; kapanlagi.com

Mr. Napoleon was a self-taught musician whose career began in earnest with the orchestra led by Chico Marx of the Marx Brothers.

The magical quality Mr. Lesnie created in shooting the “Babe” films caught the eye of the director Peter Jackson, who chose him to film the fantasy epic.

Artikel lainnya »