umroh plus turki

Ketentuan prosedur yang telah diterapkan label membuat Raisa sulit mewujudkan keinginannya menelurkan album kolaborasi. Padahal Raisa telah mengidam-idamkan berkolaborasi dengan penyanyi lain.

Ketentuan prosedur yang telah diterapkan label membuat Raisa sulit mewujudkan keinginannya menelurkan album kolaborasi. Padahal Raisa telah mengidam-idamkan berkolaborasi dengan penyanyi lain.

"Ingin banget. Dari album kemarin saya sudah ingin, cuma kalau label itu tidak sulit. Banyaklah yang ingin saya lakukan tapi terbatas. Kedepannya sih ingin banget," ungkap Raisa di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat .

Keinginan itu telah terlihat dari seringnya Raisa berkolaborasi bersama penyanyi lain disetiap aksinya. Bahkan Raisa juga sudah memiliki lagu duet yang diciptakannya bersama Tulus.

"Beberapa teman kayak Tulus sering ketemuan buat bikin lagu, sudah ada beberapa. Jadi sebenernya kalo besok mau keluarkan single duet juga udah bisa," jelasnya.

Sebanyak 2 lagu duet yang sudah diciptakan Raisa dan Tulus. Namun Raisa belum ingin merilis lagu itu ke pasaran dalam waktu dekat ini.

"Tulus lagunya ada banyak, cuma yang kita berdua ada 2 lagu. Ini bukan buat sekarang sih, mungkin nanti saja," pungkasnya.

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Lagi KPK kembali memeriksa Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan terkait penyidikan kasus dugaan penerimaan hadiah terkait kegiatan hulu minyak dan gas, Senin (27/1/2014).

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Lagi KPK kembali memeriksa Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan terkait penyidikan kasus dugaan penerimaan hadiah terkait kegiatan hulu minyak dan gas, Senin (27/1/2014). Kali ini, Karen akan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka baru kasus itu, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno.

"Bersaksi untuk Pak Waryono," kata pengacara Karen, Rudi Alfonso di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Rudi mendampingi Karen diperiksa KPK pagi ini. Sementara Karen, enggan berkomentar kepada wartawan mengenai pemeriksaannya. "Ya enggak tahu, kan belum diperiksa, tunggu saja nanti selesainya, baru ini kita kasih tahu," sambung Rudi.

Lebih jauh mengenai kasus dugaan gratifikasi kegiatan hulu migas ini, Rudi mengatakan bahwa kliennya tidak tahu mengenai dugaan aliran dana ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diberikan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Dia membantah dugaan PT Pertamina menyumbang dana untuk tunjangan hari raya (THR) anggota DPR.

"Kalau itu saya pastikan enggak ada. Ibu ini kan sudah sering diancam untuk dipecat tapi dia tidak pernah melayani permintaan itu," kata Rudi.

Sebelumnya, KPK memeriksa Karen sebagai saksi bagi tersangka Rudi Rubiandini. Dalam persidangan terdakwa kasus ini, Simon G Tanjaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terungkap bahwa Simon menyuap Rudi terkait pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan kondesat bagian negara di SKK Migas, antara lain dengan menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang terbatas kondensat Senipah bagian nehara pada 7 Juni 2013 periode Juli 2013.

Rudi juga menyetujui Fossus Energy sebagai pemenang lelang terbatas minyak mentah Minas/SLG bagian negara pada 4 Juli 2013 untuk periode Agustus 2013.

Saat dikonfirmasi soal lelang terbatas bagian negara tersebut seusai diperiksa sebagai saksi bagi Rudi beberapa waktu lalu, Karen tidak menjawab.

Sumber : Kompas.com

Editor : Maulana Lee

Mr. Mankiewicz, an Oscar-nominated screenwriter for “I Want to Live!,” also wrote episodes of television shows such as “Star Trek” and “Marcus Welby, M.D.”

The career criminals in genre novels don’t have money problems. If they need some, they just go out and steal it. But such financial transactions can backfire, which is what happened back in 2004 when the Texas gang in Michael

Artikel lainnya »