umroh plus aqsa 12 hari

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami.

biro haji plus di Jakarta Timur

Sebagai salah satu destinasi wisata populer di Indonesia, Danau Toba selalu menarik minat traveler lokal maupun mancanegara. Tid

Sebagai salah satu destinasi wisata populer di Indonesia, Danau Toba selalu menarik minat traveler lokal maupun mancanegara. Tidak perlu heran, Danau Toba memang telah memiliki pemandangan yang sangat indah dengan hamparan air danau yang jernih serta pemandangan pegunungan hijau yang sangat menyejukkan.

Memiliki panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer, Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Lebih membanggakan lagi, Danau Toba juga merupakan danau vulkanik terbesar di dunia lho!

Karena terletak di ketinggian 900 meter dari permukaan laut, Danau Toba telah menjadi tempat wisata yang cocok kalau Anda mau melepas lelah dan refreshing karena udaranya yang sangat sejuk dan segar. Anda juga akan bisa menikmati keindahan alam di sini dengan berbagai cara seperti mendaki gunung, berenang, berperahu atau kegiatan lainnya. Belum lagi, Anda bisa mengunjungi Pulau Samosir yang terletak di tengah danau dan telah memiliki panorama yang tidak kalah indah.

Tapi, sebelum bersenang-senang di Danau Toba, tentunya Anda juga perlu menyiapkan perjalanan menuju obyek wisata terpopuler di Sumatera Utara ini. Perjalanan menuju Danau Toba memang cukup sangat panjang. Setelah ‘terbang’ ke Medan, Anda juga harus menempuh perjalanan selama kira-kira 4 jam menuju Kota Parapat. Tapi, traveler sebenarnya juga bisa memanfaatkan Bandara Silangit yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, karena bandara ini hanya berjarak 30 menit ke Danau Toba dan satu jam ke Pulau Samosir. Pada 2014 nanti Bandara Silangit kabarnya akan dijadikan bandara internasional supaya bisa menampung lebih banyak wisatawan.

Anda juga akan menemukan banyak penginapan di sepanjang tepi danau, mulai dari guest house, villa, bungalow dan hotel, jadi Anda tidak perlu pusing lagi untuk memikirkan masalah akomodasi. Bagaimana dengan makanan? Wah, kamu tidak akan ‘kelaparan’ selama di Danau Toba karena banyak restoran yang telah menyajikan masakan lokal di sepanjang jalan utama. Masakan khas Sumatera Utara sendiri mirip dengan masakan Padang, karena kaya rasa, bersantan dan mayoritas memiliki citarasa pedas.

Selain menikmati pemanangan spektakuler Danau Toba dan sekitarnya, Anda juga bisa menemukan destinasi menarik lainnya. Mungkin tidak banyak yang tahu kalau Danau Toba ternyata juga memiliki pantai, yaitu Pantai Lumban Binaga.

Tentu saja, kunjungan ke Danau Toba tidak akan lengkap tanpa menyeberang ke Pulau Samosir. Di sini, Anda juga bisa mengunjungi dua kecamatan yang populer di kalangan wisatawan yaitu Tomok dan Tuktuk.

PSamosir1

Ada tiga tempat yang wajib Anda kunjungi selama di Tomok: Boneka Si Gale-Gale, Makam Raja Sidabutar, dan Museum Batak. Pertunjukan Boneka Si Gale-Gale biasa ditampilkan bersama dengan pertunjukan tari Tor Tor yang terkenal. Sementara, di Makam Raja Sidabutar Anda bisa melihat batu makam besar yang dipahat berbentuk wajah dengan ciri khas rambut gondrong Sang Raja.

Kalau Tomok penuh dengan obyek wisata menarik, Tuktuk adalah kecamatan yang dipenuhi tempat penginapan. Jadi, kalau Anda ingin segera melepas lelah ketika tiba di Pulau Samosir, langsung saja datang ke Tuktuk ya!

Belum puas menjelajah Danau Toba? Anda juga bisa mengeksplorasi Kota Parapat dan mengunjungi sejumlah tempat wisata menarik. Termasuk Batu Gantung yang unik karena bentuknya yang menyerupai manusia. Konon, batu ini telah diyakini merupakan penjelmaan gadis cantik bernama Seruni. Menurut legenda masyarakat setempat, Seruni mencoba bunuh diri melompat ke Danau Toba karena tidak ingin dijodohkan oleh orangtuanya. Tapi saat berjalan menuju tebing, dia terperosok ke dalam lubang batu yang besar dan memutuskan mengakhiri hidupnya di batu itu. Batu tersebut akhirnya menghimpit tubuh Seruni sehingga kini kamu bisa melihat batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis yang seolah-olah menggantung di tepi tebing.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pesona Danau Toba memang sulit diacuhkan ya, travelers? Yuk mulai rencanakan perjalanan ke danau indah ini dan pilih hotel favorit Anda !

Jangan pernah menyerah sampai anda benar-benar menemukan Bintaro Xchange Mall yang paling ampuh supaya produk yang anda jajakan

Jangan pernah menyerah sampai anda benar-benar menemukan Bintaro Xchange Mall yang paling ampuh supaya produk yang anda jajakan lewat internet bisa laris manis. Untuk itu tetaplah disana dan simak terus apa yang akan kami bagikan seputar cara meningkatkan penjualan online ini untuk anda semua. Di dirikan di kawasan Bintaro Jaya, Bintaro Xchange Mall langsung menjadi ebuah ikon gaya hidup bagi Bintaro jaya, karena dengan berbagai fitur yang di suguhkan guna untuk menarik para pengunjungnya dan membuat mereka senyaman mungkin menjadikan Mall di Jakarta ini sebagai salah satu mall paling pavorit untuk di kunjungi, baik untuk berbelanja keperluan anda maupun untuk sekedar memanjakan lidah dengan menikmati berbagai sajian kulinernya yang lezat. Di Ibu kota ada banyak sekali Mall yang udah ada dan mungkin beberapa diantaranya anda pernah berkunjung ke sana, namun yang satu ini begitu berbeda sehingga anda harus mengunjunginya demi membunuh rasa penasaran anda, dan sekali anda berkunjung ke Mall di Jakarta yang atu ini, maka anda akan selalu mengunjunginya setidak nya di waktu akhir pekan anda. Mall di Jakarta tepatnya di selatan Jakarta yang satu ini akan memberikan kesan yang cukup berarti dalam etiap kunjungan anda, dan dijamin sekali saja anda mengunjunginya maka anda akan ketagihan untuk kunjungan-kunjungan berikutnya, kenapa? Karena semua fasoilitas pendukung di Mall di Jakarta yang satu ini akan sangat memanjakan semua pengunjungnya termasuk anda. Berbicara tentang Mall di Jakarta, mungkin sobat semua sudah tahu banyak tentang beberapa Mall di Jakarta yang bahkan mungkin beberapa diantaranya pernah sobat kunjungi. Nah ada satu lagi nich Mall di Jakarta yang baru saja i luncurkan yakni Bintaro Xchange Mall. Apakah anda sudah pernah mendengar namanya? Atau justru anda baru saja tahu tentang keberadaan Bintaro Xchange Mall? Hal itu wajar saja, mengingat Mall yang atu ini baru saja di launching. Mungkin di suatu saat akan menjadi sebuah paradigma, kalau belum ke Bintaro Xchange Mall rasanya belum lengkap ke Jakarta sebagaimana sebuah paradigma yang melekat di benak para turis asing bahwa kalau belum berkunjung Bali rasanya belumkunjung ke Indonesia. Mungkin anda pernah berjalan-jalan di salah atu Mall di Jakarta? Tentu saja bukan? Dan apa yang anda rasakan? Relatif, masing-masing mempunyai kesan yang berbeda ketika mengunjungi suatu temtap. Bukankah demikian? Namun demikian apakah anda sudah pernah mengunjungi Mall di Jakarta yang satu ini? Dimana? Itu loh salah satu mall di Bintaro Jaya yang baru saja diluncurkan beberapa waktu yang lau, oh Bintaro Xchange Mall maksudnya? Betul sekali kawan, cobalah di suatu waktu mengunjunginya dan anda akan mendapatkan layanan yang memanjakan di Mall di Jakarta yang atu ini. Informasi penting lainnya yang saat ini kami bagikan untuk anda adalah tentang sebuah toko kamera murah yang lagi trend dan juga banyak dibicarakan di media online. Untuk teman semua yang membutuhkan kamera murah maka anda perlu untuk berkunjung ke Bintaro Xchange Mall dan dapatkan kamera anda dengan harga paling murah.

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Artikel lainnya »