Umroh Desember

Rencana Kia menghadirkan model yang akan dijadikan salah satu daya tarik (halo cars) berembus kencang.

Seoul, Saco-Indonesia.com - Rencana Kia menghadirkan model yang akan dijadikan salah satu daya tarik (halo cars) berembus kencang. Bahkan kia-world.net menampilkan sketsa model atap terbuka (cabrio) berbasis Pro_cee'd GT kupe 2-penumpang. Penampilannya sangat menarik karena dihasilkan oleh tim desain yang langsung dipimpin oleh Peter Schreyer yang telah terbukti menghasilkan model-model Kia yang semakin menarik akhir-akhir ini.   

Untuk sumber penggerak, kemungkinan menggunakan mesin 4 silinder 1,6 liter dengan turbo ganda yang menghasilkan tenaga 204 PS. Begitu pula dengan suspens, sama dengan Pro_cee'd GT namun disetel lagi sesuai dengan karakteristik mobil sport. Dikabarkan model ini akan diluncurkan pada akhir 2015.

Sumber: kia-world.net/Kompas.com
Editor :Liwon Maulana

saco-indonesia.com, Mabes Polri akan menggelar Rapat Koordinasi Operasi Lilin 2013 dengan beberapa lembaga untuk bisa mengamanka

saco-indonesia.com, Mabes Polri akan menggelar Rapat Koordinasi Operasi Lilin 2013 dengan beberapa lembaga untuk bisa mengamankan perayaan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014. Dalam Rakor ini, Mabes Polri akan mengumpulkan seluruh kementerian, BMKG, Bulog, TNI dan Basarnas.

Kapolri Jenderal Sutarman juga mengatakan, ia telah menyiapkan 96.000 personel untuk dapat mengamankan Natal dan Tahun Baru 2014 di seluruh Indonesia. Keamanan akan dikerahkan di tempat-tempat yang telah menjadi pusat kegiatan masyarakat.

"Titiknya itu semua pelabuhan, seluruh aktivitas masyarakat, semua gereja kita jaga, tempat pariwisata, mal, dan tempat-tempat lain yang akan menjadi tujuan masyarakat kita jaga semuanya," kata Sutarman di Mabes Polri, Rabu (18/12).

Selain itu, penjagaan juga dilakukan di rumah-rumah kosong yang ditinggalkan oleh warga karena mudik Natal dan Tahun Baru. "Misalnya ada warga yang mudik, rumah yang kosong itu akan kita amankan. Saya harap masyarakat bisa tenang, karena petugas kita sudah dipersiapkan," tambahnya.

Sedangkan koordinasi dengan lembaga lain telah ditujukan untuk dapat mempersiapkan segala kondisi. Seperti koordinasi dengan Bulog bertujuan untuk dapat menjaga kestabilan dan ketersediaannya kebutuhan pangan.

"Demikian juga dengan cuaca, mungkin kita bisa memonitor kalau terjadi kemungkinan bencana alam. Agar jauh sebelumnya kita bisa mempersiapkan personel kita," katanya.


Editor : Dian Sukmawati

Joseph Lechleider

Mr. Lechleider helped invent DSL technology, which enabled phone companies to offer high-speed web access over their infrastructure of copper wires.

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Artikel lainnya »