alhijaz indowisata tours & travel pt

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

alhijaz indowisata tours & travel pt

alhijaz indowisata tours & travel pt indonesia

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

alhijaz indowisata tours & travel pt indonesia

pt alhijaz indowisata tours & travel

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

pt alhijaz indowisata tours & travel

situs informasi biaya travel umroh & haji khusus 2017

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

situs informasi biaya travel umroh & haji khusus 2017

travel haji & umroh jakarta

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

travel haji & umroh jakarta

info umroh januari 2018 Banten

alhijaz indowisata tour & travel kota jakarta timur dki jakarta 0821-6122-7222 merupakan biro  penyelenggara umrah terpercaya dan telah mengantongi izin legal Kantor Menteri Agama  Republik Indonesia melayani paket umroh January Pebruary Mrt Apr Mey Juny Juli Agustus Sept Oktober November Desember 2018 2019 2020 2021 2022 murah.  dgn harga umroh yg terjangkau fasilitasnya pun sekelas bintang 4 dan 5  hingga Anda  bisa menjalankan ibadah umroh dengan khusyuk sekaligus beristirahat dengan nyaman.  tempat menginap yg akan di jadikan tempat menginap pun tidak begitu jauh  pada tempat ibadah baik saat di Kota Madinah  ataupun Mekkah. Jarak  yg dekat memungkinkan Anda  bakal menghemat  biaya transportasi lantaran Anda dapat menjangkaunya dengan berjalan kaki  sekaligus menikmati suasana di sekitar Masjidil Haram.

info umroh januari 2018 Banten

info umroh januari 2018 Bekasi

pt. alhijaz indowisata jakarta timur 0821-6122-7222 yaitu biro  pelaksana umroh terpercaya dan sudah mempunyai izin legal Kementerian Agama RI mengadakan paket  umrah Jan Pebruary Mrt Apryl Mey Juni Juli August September Oct Nopember Des 2018 2019 2020 2021 2022 murah.  dgn biaya umroh yang terjangkau fasilitasnya pun sekelas bintang 4 dan 5  hingga Anda  bisa menjalankan ibadah umroh dengan khusyuk sekaligus beristirahat  dgn nyaman.  tempat menginap yang akan di jadikan tempat menginap pun  tak terlalu jauh  pada tempat ibadah baik  ketika di Kota Madinah maupun Mekkah. Jarak  yg dekat memungkinkan Anda  utk menghemat  tarif transportasi lantaran Anda dapat menjangkaunya  dgn berjalan kaki sekalian merasakan suasana di sekitar Masjidil Haram.

info umroh januari 2018 Bekasi

info umroh januari 2018 Bogor

alhijaz indowisata jakarta 0821-6122-7222 adalah biro travel umrah terkenal bersama sudah memiliki ijin resmi Kementerian Agama  Republik Indonesia melayani paket  umrah January Februari Maret April Mey Juny July Agustus September Okt Nopember Desember 2018 2019 2020 2021 2022 murah.  dgn biaya umrah yg relatif murah fasilitasnya pun sekelas bintang 4 dan 5 sehingga Anda dapat menunaikan ibadah umroh dgn khusyuk sekaligus beristirahat dengan nyaman.  penginapan yg akan di jadikan tempat menginap pun tidak begitu jauh  pada tempat ibadah baik saat di Kota Madinah  ataupun Mekkah. Jarak yang dekat memungkinkan Anda untuk menghemat  tarif transport lantaran Anda  bisa menjangkaunya dengan berjalan kaki  sekaligus merasakan suasana di  area Masjidil Haram.

info umroh januari 2018 Bogor

info umroh januari 2018 Depok

alhijaz indowisata tours & travel pt 0821-6122-7222 yakni biro  pengelola umrah nomor 1 dan sudah mempunyai izin legal Kementerian Agama RI melayani paket umroh Januari February Mrt Apr Mei Juni July Agustus September October Nov December 2018 2019 2020 2021 2022 murah.  dgn ongkos umroh yg relatif murah fasilitasnya pun sekelas bintang 4 dan 5  hingga Anda dapat menjalankan ibadah umroh dengan khusyuk sekaligus beristirahat dengan nyaman.  penginapan yg akan di jadikan tempat menginap pun tidak begitu jauh dari tempat ibadah baik  dikala di Kota Madinah  ataupun Mekkah. Jarak yang dekat memungkinkan Anda untuk menghemat harga transport lantaran Anda dapat menjangkaunya  dgn berjalan kaki  sambil merasakan suasana di  area Masjidil Haram.

info umroh januari 2018 Depok

Siapa sih yang tidak mau tidur dengan nyenyak? Tentu saja “terms & conditions” orang biar bisa tidur nyenyak san

Siapa sih yang tidak mau tidur dengan nyenyak? Tentu saja “terms & conditions” orang biar bisa tidur nyenyak sangat berbeda-beda. Beberapa orang telah memerlukan kehadiran lampu tidur biar bisa nyenyak. Kalau kamu termasuk tipe yang satu ini, maka banyak lho pilihan lampu tidur murah yang lucu-lucu.

Lampu tidur murah yang berkarakter telah banyak ditemukan, tapi sulit untuk menentukan mana yang berkualitas. Pasalnya, lampu tidur adalah alat elektronik, dan keamanan telah menjadi salah satu prioritas utama juga. Jadi, jangan cuma memilih lampu tidur dengan karakter kesukaan saja, tapi juga faktor lain yang membuatnya fungsional.

Ukuran Lampu Tidur Murah

Karena fungsinya hanya sebagai penerangan secukupnya saja, maka ukuran dari lampu tidur murah yang kamu pilih pun harusnya tidak terlalu besar. Malah, lebih baik lagi jika lampu tidur ini dipilih dengan ukuran yang kecil saja, agar tidak terlalu memakan tempat juga.

Kalau kamu susah menemukannya, lampu meja juga dapat dijadikan alternative sebagai pilihan lampu tidur murah. Sekarang ini banyak juga lampu meja dengan konsep karakter lucu yang dijual.

Lampu Tidur Murah yang Tidak Silau

Intensitas cahaya juga telah menjadi salah satu faktor penentu lampu tidur murah yang akan dibeli. Karena sifatnya hanya untuk menemani tidur kamu, pilihlah lampu tidur murah dengan intensitas yang rendah saja. Kalau terlalu silau, kamu malah tidak bisa tidur nantinya.

Warna Lampu Tidur Murah

Warna dari lampu tidur murah juga harus diperhatikan. Pilihlah warna lampu kuning tidak cocok untuk lampu tidur, karena warna kuning akan dapat merangsang orang untuk tetap beraktivitas. Kalau kamu perhatikan di kamar hotel, warna lampu tidurnya adalah putih kebiruan yang cukup muram. Warna ini akan dapat membuat kamu mengantuk lebih cepat.

Tata Letak Lampu Tidur Murah

Jika kamu sudah membeli lampu tidur murah dengan karakter yang kamu sukai, kini kamu juga harus mengetahui teknik peletakan lampu tidur ini. Kalau kamu pakai lampu meja sebagai lampu tidurmu, kamu tidak perlu memindahkannya lagi. Tetap letakkan di atas meja saja, dan nyalakan pada saat kamu ingin tidur.

Satu hal penting yang harus kamu ingat kalau kamu mau meletakkan lampu tidur murah yang baru kamu beli adalah jarak dengan ranjang. Kamu tentu tidak mau muka dipapar sinar ketika tidur, dong? Walaupun sinarnya remang, tetap saja itu malah menjadi polusi cahaya buatmu. Jadi, letakkan setidaknya agak jauh agar tidak mencapai muka.

 

saco-indonesia.com, Layla Eshki (33), tak kuasa menahan decak kagumnya ketika mengamati gaun putih bermotif abstrak di bagian ujung yang dikenakan salah satu pemenang World Muslimah Beauty 2012, Deanita.

JEDDAH, Saco-Indonesia.com — Layla Eshki (33), tak kuasa menahan decak kagumnya ketika mengamati gaun putih bermotif abstrak di bagian ujung yang dikenakan salah satu pemenang World Muslimah Beauty 2012, Deanita. Ketika itu, para pemenang WMB 2012 tengah bertemu masyarakat Indonesia di Jeddah dan warga Arab untuk mengenalkan ajang pencarian duta Muslimah inspiratif itu di Jeddah, Jumat (31/5/2013) lalu.

"It's beautiful! I never seen hijab like this in here," tukas Lyla sambil berkali-kali menyentuh pakaian muslim dari rumah busana Mumtaaz itu.

Lyla bercerita bahwa di Arab Saudi, para perempuan hanya terpaku pada sebuah baju muslim dengan warna hitam. "Di sini, semuanya hitam. Tak ada warna-warna cantik seperti ini," tutur perempuan yang bekerja sebagai fotografer lepas itu.

Hampir seluruh toko, cerita Lyla, menjual jubah dengan warna hitam di tokonya. Jubah yang dikenal dengan sebutan abayya itu biasa dikenakan perempuan Arab sebagai baju pelapis mana kala pergi ke luar rumah. Lyla mengaku bosan melihat pakaian yang itu-itu saja di negaranya.

"Yang saya tahu Islam itu tidak hanya hitam. Islam itu tidak membosankan, makanya saya pun pakai abayya dengan warna- warna cerah, meski hal ini tidak lazim di sini," kata Lyla.

Lyla melihat tampilan busana muslim karya para desainer dari Mumtaaz bisa menjadi salah satu panduan bagi perempuan Arab untuk berbusana muslim. Pasalnya, lanjut Lyla, kini perempuan Arab —khususnya di Jeddah— banyak yang terjebak dengan busana muslim yang tidak Islami.

"Mereka mengenakan celana jeans ketat sampai terlihat g-string, atau menggunakan baju ketat sampai terlihat belahan dadanya. Jelas ini sudah salah mode," tuturnya.

Menurut Lyla, kesalahan mode itu lebih banyak terjadi di Jeddah. Sementara di Mekkah dan Madinah, hal tersebut tidak terjadi karena kedua kota itu adalah kota suci bagi umat Islam. Di Mekkah dan Madinah, aku Lyla, cara berpakaian perempuan sangat diatur secara ketat, berbeda halnya dengan di Jeddah.

Manajer Operasional Mumtaz Boutique, Surya Artaty, menjelaskan bahwa pemilihan baju-baju yang dikenakan para pemenang WMB benar-benar dipilih secara selektif. Pasalnya, pada sesi pemotretan kali ini, para pemenang WMB dituntut untuk lebih menekankan busana muslim yang syar'i. Busana muslim syar'i yakni yang menutup aurat, tidak menunjukkan lekuk tubuh, dan kerudung menutup hingga bagian dada.

"Untuk membuat busana muslim yang syar'i ini kami tidak memiliki tema khusus yang diangkat karena setiap desainer yang bergabung dengan kami memiliki ciri khasnya masing-masing," imbuh Taty.

Setidaknya ada 20 pakaian yang dikenakan para peserta WMB selama di Arab Saudi. Seluruh pakaian muslim itu merupakan karya dari Malik Moestaram, Dian Pelangi, Shebe, Adhy - Alie, Sascha, Astrie, Zebu, Jenahara, Nuniek Mawardi, Bilqis, dan Lia Afif.

World Moslem Beauty merupakan ajang pencarian duta Muslimah inspiratif sedunia yang diselenggarakan oleh World Moslem Beauty Foundation. WMB merupakan acara tahunan yang dilakukan sejak tahun 2011. Tahun ini, WMB mengubah namanya menjadi Annual Award of World Muslimah.

Perjalanan ibadah umrah ke Arab Saudi merupakan hadiah bagi para pemenang WMB 2012, sekaligus untuk mempromosikan kompetisi tersebut ke dunia. Ada tujuh pemenang yang mengikuti perjalanan ini, yaitu Nina Septiani (Juara I), Dwi Handayani Putri (Juara II), Anggun Hiasyah (Juara III), Tasya Gunoto (The Most Innovative Muslimah), Rizkitha (The Best Video and Al Quran Recitation by Polling), Al Khansa (The Most Talented Muslimah), dan Dheanita Tribuana (The Favorite by Polling).

 

Editor :Liwon Maulana(galipat)
Sumber:http://female.kompas.com/read/2013/06/04/10052199/Perempuan.Arab.Terpana.Melihat.Bu sana.Muslim.Indonesia

saco-indonesia.com, Ketua DPRD Banten Aeng Haeruddin hari ini akan diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Aeng ak

saco-indonesia.com, Ketua DPRD Banten Aeng Haeruddin hari ini akan diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Aeng akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

"Iya ada pemeriksaan tambahan, namanya Aeng untuk dalam kasus TCW," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP, melalui pesan singkat, Rabu (12/2).

Diduga Aeng akan diperiksa terkait dalam penyitaan mobil-mobil mewah terkait Wawan. Informasi yang telah dihimpun, Wawan telah membagi-bagikan uang dan mobil kepada sejumlah anggota DPRD Banten, termasuk Aeng yang diduga telah menerima pemberian mobil Alphard dan Mercedes Bens.

Diketahui, KPK telah menyita puluhan mobil terkait dalam kasus dugaan TPPU Wawan. Di antaranya, KPK juga telah menyita empat mobil mewah yakni Bentley, Roy Royce, Ferrari dan Lambhorgini. KPK juga telah menyita 3 Innova, Avanza, Ford Fiesta, Fortuner, dua buah Pajero, BMW, dan Honda Freed.

Kemudian tiga mobil mewah yakni Lexus B 888 ARD, Nissan GTR warna putih B 888 GAW, dan Land Cruiser B 888 TCW. KPK juga telah menyita 1 motor Harley Davidson yang diduga atas nama Wawan. Terakhir, KPK juga telah menyita mobil Alphard Vellfire yang bernomor polisi B 818 TTA dan mercy seri C250 bernomor polisi B 818 WWN.


Editor : Dian Sukmawati

Portal Lowongan Kerja Indonesia. Update Informasi Lowongan Kerja Terbaru Januari 2014 di RUMAH SAKIT MITRA KELU

Portal Lowongan Kerja Indonesia. Update Informasi Lowongan Kerja Terbaru Januari 2014 di RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA GROUP . Perusahaan tersebut sedang membutuhkan tenaga kerja profesional untuk menempati kursi kekosongan. Bagi anda yang berminat untuk menempati kekosongan tersebut, silahkan baca persyaratan pendaftaran dan simak artikel selengkapnya di bawah ini :
 
Profil Perusahaan : Kami salah satu Grup Rumah Sakit terbesar di Indonesia dalam rangka pengembangan dan perluasan pelayanan, membutuhkan Tenaga Ahli dan Professional untuk bergabung bersama kami.
 
Lowongan Kerja, Job Vacancy, Job Career, Info Karir, Loker, News Job Vacancy, America Serikat, USA, Los Angeles, California, Bangkok, China, Iraq, Iran, Pakistan, Israel, Palestine, Baghdad, Thailand, Myanmar, Filipina, Inggris, England, English, Paris, Australia, Mongolia, Turkey, Rusia, Ambasador, Programmer, Technology Information, Saudi Arabia, Madinah, Mesir, Kairo, Italia, Africa, U.s. World, South Africa, Latin America, January, Februari, March, Software, Accounting, Sales Promotion.

Alamat : Depok
 
Lokasi Kerja : Depok
Posisi Pekerjaan : Radiografer
 
Persyaratan :
 
  • Pria/Wanita, usia maksimal 35 tahun
  • Pendidikan min D3 / D4 Teknik Radiodiagnostik
  • Pengalaman min 1 tahun di bidang yang sama
  • Mempunyai SIR
  • Memiliki keterampilan menggunakan komputer (min aplikasi word, excel, power point)
  • Bertanggung jawab dan jujur
  • Memiliki komitmen dan integritas yang tinggi
  • Memiliki kemampuan analisa dan perencanaan yang baik
  • Komunikatif dan berorientasi kepada pelayanan
  • Bersedia bekerja dengan jadwal kerja bergilir (shift)
  • Untuk penempatan : RS Mitra Keluarga Depok
 
Kirimkan lamaran lengkap, disertai CV dan photo Anda ke :
Corporate HRD
Rumah Sakit Mitra Keluarga Group
Jl. Bukit Gading Raya Kav.2 Kelapa Gading Permai Jakarta 14240
atau
Email : hrd@mitrakeluarga.com
 
Tgl. Penutupan : - 
 
Tag Lowongan Kerja Terbaru Januari 2014 : Bekasi, Bogor, Karawang, Malang, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banyuasin, Batam, Baturaja, Bengkalis, Bengkulu, Blambangan Umpu, Bukittinggi, Gedong Tataan, Gunung Sitoli, Gunung Sugih, Gunung Tua, Indralaya, Jambi, Kalianda, Karang Baru, Karang Tinggi, Kayu Agung, Kisaran, Koba, Kota Agung, Kota Bumi, Kota Pinang, Kuala Tungkal, Kutacane, Lahat, Lhokseumawe, Limapuluh, Liwa, Manggar, Manna, Martapura, Medan, Menggala, Metro, Pagaralam, Pandan, Panguruan, Pariaman, Payakumbuh, Pekanbaru, Pematang Siantar, Prabumulih, Pringsewu, Sabang, Salak, Sawahlunto, Selat Panjang, Solok, Stabat, Subulussalam, Sukadana, Tebing Tinggi, Ambarawa, Anyer, Bandung, Bangil, Banjar, Banjarnegara, Bangkalan, Bantul, Banyumas, Banyuwangi, Batang, Batu, Bekasi, Blitar, Blora, Bogor, Bojonegoro, Bondowoso, Boyolali, Bumiayu, Brebes, Caruban, Cianjur, Ciamis, Cibinong, Cikampek, Cikarang, Cilacap, Cilegon, Cirebon, Demak, Depok, Garut, Gresik, Indramayu, Jakarta, Jember, Jepara, Jombang, Kajen, Karanganyar, Kebumen, Kediri, Kendal, Kepanjen, Klaten, Kraksaan, Kudus, Kuningan, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magelang, Magetan, Majalengka, Malang, Mojokerto, Mojosari, Mungkid, Ngamprah, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pandeglang, Pare, Pati, Pasuruan, Pekalongan, Pelabuhan Ratu, Pemalang, Ponorogo, Probolinggo, Purbalingga, Purwakarta, Purwodadi, Purwokerto, Purworejo, Rangkasbitung, Rembang, Salatiga, Sampang, Semarang, Serang, Sidayu, Sidoarjo, Singaparna, Situbondo, Slawi, Sleman, Soreang, Sragen, Subang, Sukabumi, Sukoharjo, Sumber, Sumedang, Sumenep, Surabaya, Surakarta, Tasikmalaya, Tangerang, Tangerang Selatan, Tegal, Temanggung, Tigaraksa, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, Ungaran, Wates, Wlingi, Wonogiri, Wonosari, Wonosobo, Yogyakarta.
 
 
Demikianlah Informasi mengenai Lowongan Kerja Januari Terbaru 2014 di D3 / Jawa Barat /Lowongan Kerja / S1 / S2. Semoga artikel Lowongan Kerja Januari Terbaru di RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA GROUP | Depok dapat bermanfaat untuk menggapai karir anda, dan dapat mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia. Terima Kasih.
 
Baca Artikel Lowongan Kerja Terbaru Januari lainnya : 

saco-indonesia.com, Franck Ribery rupanya juga sudah menetapkan hati untuk bisa mengakhir karirnya di Bayern Munich. Pemain asal

saco-indonesia.com, Franck Ribery rupanya juga sudah menetapkan hati untuk bisa mengakhir karirnya di Bayern Munich. Pemain asal Prancis itu sebelumnya juga sempat dikabarkan akan mencoba bertualang di Inggris bersama salah satu klub Premier League.

Namun baru-baru ini, The Scarface telah menyatakan bahwa ia akan terus bermain untuk Bayern. Namun ia sendiri juga tidak menutup kemungkinan untuk pindah, namun hanya untuk bisa menuju klub yang berada di benua berbeda.

"Saya juga tidak akan bergabung dengan klub lain di belahan Eropa manapun. Saya adalah pemain Bayern Munich dan tidak akan ada klub Eropa lainnya yang bakal mewarnai karir saya," tuturnya pada Kicker.

"Saya juga akan tersanjung apabila mendapatkan kesempatan untuk bermain di negara lain seperti Amerika Serikat atau Uni Emirat Arab suatu hari nanti," pungkas Ribery.

Pemain yang kini suda berusia 30 tahun itu telah memenangkan tiga titel juara Bundesliga selama memperkuat Bayern dari tahun 2007.


Editor : Dian Sukmawati

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banda Aceh menyatakan seluruh jamaah haji asal provinsi itu telah menuntaskan

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banda Aceh menyatakan seluruh jamaah haji asal provinsi itu telah menuntaskan tawaf ifadah.
“Alhamdulillah seluruh jamaah haji asal Aceh telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji pada musim haji 2013,” kata Ketua PPIH Debarkasi Banda Aceh Ibnu Sa’dan, Selasa.
Dijelaskannya, saat ini para jamaah haji masih berada di Mekkah dan melaksanakan ziarah dan umroh sunnah sebelum bertolak ke Madinah. “Mereka melakukan sejumlah ibadah lainnya sebelum meninggalkan Mekkah dan menuju Madinah dan selanjutnya bertolak ke Tanah Air,”k katanya didampingi Kasubag Humas Kanwil Kemenag Aceh Akhyar.
Dijelaskannya, jamaah haji Aceh akan bergerak dari Mekkah menuju Madinah pada 29 Oktober 2013. Rombongan jamaah haji kelompok terbang pertama akan tiba kembali di provinsi ujung paling barat Indonesia itu sekitar pukul 10.55 WIB pada 9 November 2013 dengan menggunakan maskapai milik Garuda.
“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan prima dalam proses pemulangan hingga pelepasan jamaah ke masing-masing kabupaten/kota,” katanya.
Pada musim haji 2013, Embarkasi Banda Aceh memberangkatkan sebanyak 3.157 calon jamaah haji yang tergabung dalam delapan Kloter. Seluruh calon jamaah haji tersebut diberangkatkan melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar.

Sumber : http://saharakafila.com

Baca Artikel Lainnya : IBADAH HAJI, SEPERTI BAYI YANG MASIH SUCI DAN BERSIH

saco-indonesia.com, Gejolak alam yang telah melanda Indonesia saat ini seringkali dianggap sebagai bencana lantaran telah menimb

saco-indonesia.com, Gejolak alam yang telah melanda Indonesia saat ini seringkali dianggap sebagai bencana lantaran telah menimbulkan kerusakan di mana-mana. Padahal, menurut Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prabowo, saat ini alam tengah mencari keseimbangan baru untuk bagian alam yang lainnya.
 
“Alam saat ini sedang mencari keseimbangan baru. Pada saat ini, gaya desakan dan dorongan energi dari dalam bumi telah menyebabkan retakan sehingga tanah akan bergeser kemudian menyebabkan longsor misalnya ini akan menyebabkan ketidakseimbangan alam,” kata Prabowo saat berbincang dengan Okezone, Senin (3/2/2014) malam.
 
Selain itu, kata Prabowo, meletusnya Gunung Sinabung juga merupakan dampak dari ketidakseimbangan alam karena adanya magma dingin yang masih belum keluar dari dalam perut bumi.
 
“Kondisi yang gejolak alam yang telah terjadi bersamaan menunjukkan adanya akumulasi ketidakseimbangan alam yang bersamaan. Hanya saja karena telah terjadi mendadak, menimbulkan bahaya dan bencana,” terangnya.
 
Disampaikan Prabowo, setelah alam stabil dan telah menemukan keseimbangan baru, gejolak alam akan mereda dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
 
“Gunung meletus, magma keluar dan membawa batuan yang cukup subur untuk lahan pertanian. Tapikan memang sebelum menjadi tanah yang subur, dia akan merusak dulu. Pada long term-nya, alam akan bisa digunakan dengan lebih baik,” ucapnya.


Editor : Dian Sukmawati

Cara menghitung berat besi beton (polos): Diameter x Diameter x Panjang x 0,006165 (diameter dalam satuan milimeter, pa

Cara menghitung berat besi beton (polos):
Diameter x Diameter x Panjang x 0,006165

(diameter dalam satuan milimeter, panjang dalam satuan meter)

0,006165 dari:

3,14 / 4  x 7854 / 1000000

3,14 adalah PI
4 (hitung volume tabung atau luas lingkaran) karena yang dikuadratkan diameter, maka dibagi 2 kuadart = 4
7854 adalah berat jenis baja (kg per meter kubik)
1000000 karena diameternya dalam milimeter ke meter kuadrat (1000 kuadrat)


.

Besi beton polos tidak bisa benar-benar bulat, karena proses rolling mill memang karakternya seperti itu. Besi (baja) bulat hasil dari mesin bubut saja, ada toleransinya, apalagi hasil penggilingan. Untuk itu, biasanya, untuk mendapatkan diameter besi beton, diukur beberapa kali, dan hasilnya dirata-rata.

Cara menghitung besi beton polos tersebut tidak berlaku untuk menghitung berat besi ulir (sirip). Diameter dalam besi beton ulir tidak bisa biasanya tidak persis sama untuk hasil pada ukuran tertentu, karena tebal dan kedalaman ulirnya tidak sama, tergantung pembuatan matrasnya (calibernya).

Untuk menghitung berat besi kotak (nako / virkan):

Diameter x Diameter x Panjang x 0,007854

Angka (nilai) 0,007854 adalah berat jenis baja (kg per meter kubik) dibagi 1000000 karena diameternya dalam milimeter ke meter kuadrat (1000 kuadrat)

Mr. Paczynski was one of the concentration camp’s longest surviving inmates and served as the personal barber to its Nazi commandant Rudolf Höss.

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Mr. Bartoszewski was given honorary Israeli citizenship for his work to save Jews during World War II and later surprised even himself by being instrumental in reconciling Poland and Germany.

A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”
Todd Heisler/The New York Times

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”

Hard but Hopeful Home to ‘Lot of Freddies’

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Mr. Mankiewicz, an Oscar-nominated screenwriter for “I Want to Live!,” also wrote episodes of television shows such as “Star Trek” and “Marcus Welby, M.D.”

Late in April, after Native American actors walked off in disgust from the set of Adam Sandler’s latest film, a western sendup that its distributor, Netflix, has defended as being equally offensive to all, a glow of pride spread through several Native American communities.

Tantoo Cardinal, a Canadian indigenous actress who played Black Shawl in “Dances With Wolves,” recalled thinking to herself, “It’s come.” Larry Sellers, who starred as Cloud Dancing in the 1990s television show “Dr. Quinn, Medicine Woman,” thought, “It’s about time.” Jesse Wente, who is Ojibwe and directs film programming at the TIFF Bell Lightbox in Toronto, found himself encouraged and surprised. There are so few film roles for indigenous actors, he said, that walking off the set of a major production showed real mettle.

But what didn’t surprise Mr. Wente was the content of the script. According to the actors who walked off the set, the film, titled “The Ridiculous Six,” included a Native American woman who passes out and is revived after white men douse her with alcohol, and another woman squatting to urinate while lighting a peace pipe. “There’s enough history at this point to have set some expectations around these sort of Hollywood depictions,” Mr. Wente said.

The walkout prompted a rhetorical “What do you expect from an Adam Sandler film?,” and a Netflix spokesman said that in the movie, blacks, Mexicans and whites were lampooned as well. But Native American actors and critics said a broader issue was at stake. While mainstream portrayals of native peoples have, Mr. Wente said, become “incrementally better” over the decades, he and others say, they remain far from accurate and reflect a lack of opportunities for Native American performers. What’s more, as Native Americans hunger for representation on screen, critics say the absence of three-dimensional portrayals has very real off-screen consequences.

“Our people are still healing from historical trauma,” said Loren Anthony, one of the actors who walked out. “Our youth are still trying to figure out who they are, where they fit in this society. Kids are killing themselves. They’re not proud of who they are.” They also don’t, he added, see themselves on prime time television or the big screen. Netflix noted while about five people walked off the “The Ridiculous Six” set, 100 or so Native American actors and extras stayed.

Advertisement

But in interviews, nearly a dozen Native American actors and film industry experts said that Mr. Sandler’s humor perpetuated decades-old negative stereotypes. Mr. Anthony said such depictions helped feed the despondency many Native Americans feel, with deadly results: Native Americans have the highest suicide rate out of all the country’s ethnicities.

The on-screen problem is twofold, Mr. Anthony and others said: There’s a paucity of roles for Native Americans — according to the Screen Actors Guild in 2008 they accounted for 0.3 percent of all on-screen parts (those figures have yet to be updated), compared to about 2 percent of the general population — and Native American actors are often perceived in a narrow way.

In his Peabody Award-winning documentary “Reel Injun,” the Cree filmmaker Neil Diamond explored Hollywood depictions of Native Americans over the years, and found they fell into a few stereotypical categories: the Noble Savage, the Drunk Indian, the Mystic, the Indian Princess, the backward tribal people futilely fighting John Wayne and manifest destiny. While the 1990 film “Dances With Wolves” won praise for depicting Native Americans as fully fleshed out human beings, not all indigenous people embraced it. It was still told, critics said, from the colonialists’ point of view. In an interview, John Trudell, a Santee Sioux writer, actor (“Thunderheart”) and the former chairman of the American Indian Movement, described the film as “a story of two white people.”

“God bless ‘Dances with Wolves,’ ” Michael Horse, who played Deputy Hawk in “Twin Peaks,” said sarcastically. “Even ‘Avatar.’ Someone’s got to come save the tribal people.”

Dan Spilo, a partner at Industry Entertainment who represents Adam Beach, one of today’s most prominent Native American actors, said while typecasting dogs many minorities, it is especially intractable when it comes to Native Americans. Casting directors, he said, rarely cast them as police officers, doctors or lawyers. “There’s the belief that the Native American character should be on reservations or riding a horse,” he said.

“We don’t see ourselves,” Mr. Horse said. “We’re still an antiquated culture to them, and to the rest of the world.”

Ms. Cardinal said she was once turned down for the role of the wife of a child-abusing cop because the filmmakers felt that casting her would somehow be “too political.”

Another sore point is the long run of white actors playing American Indians, among them Burt Lancaster, Rock Hudson, Audrey Hepburn and, more recently, Johnny Depp, whose depiction of Tonto in the 2013 film “Lone Ranger,” was viewed as racist by detractors. There are, of course, exceptions. The former A&E series “Longmire,” which, as it happens, will now be on Netflix, was roundly praised for its depiction of life on a Northern Cheyenne reservation, with Lou Diamond Phillips, who is of Cherokee descent, playing a Northern Cheyenne man.

Others also point to the success of Mr. Beach, who played a Mohawk detective in “Law & Order: Special Victims Unit” and landed a starring role in the forthcoming D C Comics picture “Suicide Squad.” Mr. Beach said he had come across insulting scripts backed by people who don’t see anything wrong with them.

“I’d rather starve than do something that is offensive to my ancestral roots,” Mr. Beach said. “But I think there will always be attempts to drawn on the weakness of native people’s struggles. The savage Indian will always be the savage Indian. The white man will always be smarter and more cunning. The cavalry will always win.”

The solution, Mr. Wente, Mr. Trudell and others said, lies in getting more stories written by and starring Native Americans. But Mr. Wente noted that while independent indigenous film has blossomed in the last two decades, mainstream depictions have yet to catch up. “You have to stop expecting for Hollywood to correct it, because there seems to be no ability or desire to correct it,” Mr. Wente said.

There have been calls to boycott Netflix but, writing for Indian Country Today Media Network, which first broke news of the walk off, the filmmaker Brian Young noted that the distributor also offered a number of films by or about Native Americans.

The furor around “The Ridiculous Six” may drive more people to see it. Then one of the questions that Mr. Trudell, echoing others, had about the film will be answered: “Who the hell laughs at this stuff?”

Public perceptions of race relations in America have grown substantially more negative in the aftermath of the death of a young black man who was injured while in police custody in Baltimore and the subsequent unrest, far eclipsing the sentiment recorded in the wake of turmoil in Ferguson, Mo., last summer.

Americans are also increasingly likely to say that the police are more apt to use deadly force against a black person, the latest New York Times/CBS News poll finds.

The poll findings highlight the challenges for local leaders and police officials in trying to maintain order while sustaining faith in the criminal justice system in a racially polarized nation.

Sixty-one percent of Americans now say race relations in this country are generally bad. That figure is up sharply from 44 percent after the fatal police shooting of Michael Brown and the unrest that followed in Ferguson in August, and 43 percent in December. In a CBS News poll just two months ago, 38 percent said race relations were generally bad. Current views are by far the worst of Barack Obama’s presidency.

The negative sentiment is echoed by broad majorities of blacks and whites alike, a stark change from earlier this year, when 58 percent of blacks thought race relations were bad, but just 35 percent of whites agreed. In August, 48 percent of blacks and 41 percent of whites said they felt that way.

Looking ahead, 44 percent of Americans think race relations are worsening, up from 36 percent in December. Forty-one percent of blacks and 46 percent of whites think so. Pessimism among whites has increased 10 points since December.

Continue reading the main story
Do you think race relations in the United States are generally good or generally bad?
60
40
20
0
White
Black
May '14
May '15
Generally bad
Continue reading the main story
Do you think race relations in the United States are getting better, getting worse or staying about the same?
Getting worse
Staying the same
Getting better
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
44%
37
17
46
36
16
41
42
15

The poll finds that profound racial divisions in views of how the police use deadly force remain. Blacks are more than twice as likely to say police in most communities are more apt to use deadly force against a black person — 79 percent of blacks say so compared with 37 percent of whites. A slim majority of whites say race is not a factor in a police officer’s decision to use deadly force.

Overall, 44 percent of Americans say deadly force is more likely to be used against a black person, up from 37 percent in August and 40 percent in December.

Blacks also remain far more likely than whites to say they feel mostly anxious about the police in their community. Forty-two percent say so, while 51 percent feel mostly safe. Among whites, 8 in 10 feel mostly safe.

One proposal to address the matter — having on-duty police officers wear body cameras — receives overwhelming support. More than 9 in 10 whites and blacks alike favor it.

Continue reading the main story
How would you describe your feelings about the police in your community? Would you say they make you feel mostly safe or mostly anxious?
Mostly safe
Mostly anxious
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
75%
21
3
81
16
3
51
42
7
Continue reading the main story
In general, do you think the police in most communities are more likely to use deadly force against a black person, or more likely to use it against a white person, or don’t you think race affects police use of deadly force?
Police more likely to use deadly force against a black person
Police more likely to use deadly force against a white person
Race DOES NOT affect police use of deadly force
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
44%
37%
79%
2%
2%
1%
46%
53%
16%
9%
8%
4%
Continue reading the main story
Do you favor or oppose on-duty police officers wearing video cameras that would record events and actions as they occur?
Favor
Oppose
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
92%
93%
93%
6%
5%
5%
2%
2%
2%

Asked specifically about the situation in Baltimore, most Americans expressed at least some confidence that the investigation by local authorities would be conducted fairly. But while nearly two-thirds of whites think so, fewer than half of blacks agree. Still, more blacks are confident now than were in August regarding the investigation in Ferguson. On Friday, six members of the police force involved in the arrest of Mr. Gray were charged with serious offenses, including manslaughter. The poll was conducted Thursday through Sunday; results from before charges were announced are similar to those from after.

Reaction to the recent turmoil in Baltimore, however, is similar among blacks and whites. Most Americans, 61 percent, say the unrest after Mr. Gray’s death was not justified. That includes 64 percent of whites and 57 percent of blacks.

Continue reading the main story
As you may know, a Baltimore man, Freddie Gray, recently died after being in the custody of the Baltimore police. How much confidence do you have that the investigation by local authorities into this matter will be conducted fairly?
A lot
Some
Not much
None at all
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
29%
31
22
14
5
31
33
20
11
5
20
26
30
22
In general, do you think the unrest in Baltimore after the death of Freddie Gray was justified, or do you think the unrest was not justified?
Justified
Not justified
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
28%
61
11
26
64
11
37
57
6